JAKARTA, KAMIS — Kepala Biro Perasuransian Departemen Keuangan, Isa Rachmatarwata, mengatakan, pemerintah melihat adanya peluang pengembangan perasuransian pada masa mendatang, khususnya di bidang pengembangan produk. "Asuransi kerugian dan jiwa jangan bertumpu lagi di cara-cara konvensional," kata Isa, Kamis (16/10) dalam jumpa pers terkait Hari Asuransi Indonesia 2008 yang jatuh pada Sabtu.
Menurut Isa, pemikiran untuk melayani masyarakat menengah ke bawah menjadi dasar pembuatan desain pas produk asuransi untuk golongan ini. "Namun, pertama, cermati dulu mengapa masyarakat ini tak mampu membeli produk asuransi," kata Isa.
Kedua, perusahaan asuransi masih punya kesempatan melakukan penetrasi geografis lebih luas. "Sinergikan dengan pelaku lain untuk menciptakan produk seperti bank asuransi," ujarnya.
Ketiga, pengembangan asuransi syariah tidak boleh berhenti pada soal halal atau haram. "Syariah adalah suatu sistem. Jadikan asuransi ini sebagai tren," tutur Isa Rachmatarwata.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang