AAUI Minta Penjadwalan Ulang

Kompas.com - 16/10/2008, 16:08 WIB

JAKARTA, KAMIS — Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Kornelius Simandjuntak meminta secara lisan kepada pemerintah untuk penjadwalan ulang (rescheduling) kecukupan modal Rp 100 miliar bagi perusahaan asuransi umum.

Tenggat tahap pertama untuk mencapai kecukupan tersebut jatuh pada 31 Desember 2008. Pada waktu itu, perusahaan sudah memiliki modal Rp 40 miliar. "Kami minta rescheduling. Jadwalnya tidak terlalu sempit lah," kata Kornelius kepada Kepala Biro Perasuransian Departemen Keuangan Isa Rachmatarwata dalam jumpa pers, Kamis (16/10), terkait Hari Asuransi Indonesia yang jatuh pada Sabtu, 18 Oktober.

Berturut-turut, jadwal kecukupan modal adalah akhir 2009 untuk pencapaian Rp 70 miliar. Kemudian, akhir 2010 untuk pencapaian Rp 100 miliar.

Sementara itu, Kornelius minta, pencapaian Rp 40 miliar mundur menjadi pada akhir 2011. Selanjutnya, akhir 2013 adalah pencapaian Rp 70 miliar. Sementara itu, akhir 2015 adalah pencapaian Rp 100 miliar. "Sekarang 60 dari 90 anggota AAUI belum mencapai batas kecukupan Rp 40 miliar," demikian Kornelius Simandjuntak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau