JAKARTA, KAMIS - Rupiah Kamis (16/10) sore turun tajam mendekati angka Rp 9.900, karena pelaku pasar masih memburu dollar AS, mereka khawatir pelambatan ekonomi akan mengarah ke resesi. Rupiah berada di posisi Rp 9.860 per dollar AS.
Analis Valas PT Bank Saudara Tbk, Rully Nova di Jakarta memperkirakan rupiah bisa mencapai angka Rp 10.000 per dolar AS, karena pasar cenderung makin negatif terhadapa mata uang Indonesia. "Namun Bank Indonesia (BI) tetap berusaha menjaga rupiah berada dibawah angka Rp 10.000 per dollar AS," ujarnya.
BI juga terus melakukan pengontrolan terhadap bank-bank asing yang dikhawatirkan membuat kebijakan lain seperti melakukan pembelian dollar secara besar-besaran. "Kalau ini terjadi dikhawatirkan rupiah akan makin terpuruk," ucapnya.
Menurut dia, apabila rupiah menembus angka Rp 10.000 per dollar AS, maka posisinya akan terus terkoreksi hingga makin menjauhi angka tersebut.
Disebutkannya, keterpurukan rupiah itu tidak perlu dikhawatirkan, karena sejumlah mata uang utama Asia juga melemah, akibat krisis keuangan global. "Rupiah terpuruk karena krisis ekonomi global bukan karena faktor fundamental ekonomi Indonesia," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang