Rupiah Ikut Keok, Dekati 9.900

Kompas.com - 16/10/2008, 17:11 WIB

JAKARTA, KAMIS - Rupiah Kamis (16/10) sore turun tajam mendekati angka Rp 9.900, karena pelaku pasar masih memburu dollar AS, mereka khawatir pelambatan ekonomi akan mengarah ke resesi. Rupiah berada di posisi Rp 9.860 per dollar AS.
    
Analis Valas PT Bank Saudara Tbk, Rully Nova di Jakarta memperkirakan rupiah bisa mencapai angka Rp 10.000 per dolar AS, karena pasar cenderung makin negatif terhadapa mata uang Indonesia. "Namun Bank Indonesia (BI) tetap berusaha menjaga rupiah berada dibawah angka Rp 10.000 per dollar AS," ujarnya.
    
BI juga terus melakukan pengontrolan terhadap bank-bank asing yang dikhawatirkan membuat kebijakan lain seperti melakukan pembelian dollar secara besar-besaran. "Kalau ini terjadi dikhawatirkan rupiah akan makin terpuruk," ucapnya.
    
Menurut dia, apabila rupiah menembus angka Rp 10.000 per dollar AS, maka posisinya akan terus terkoreksi hingga makin menjauhi angka tersebut.

Disebutkannya, keterpurukan rupiah itu tidak perlu dikhawatirkan, karena sejumlah mata uang utama Asia juga melemah, akibat krisis keuangan global. "Rupiah terpuruk karena krisis ekonomi global bukan karena faktor fundamental ekonomi Indonesia," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau