Korban Kebakaran Menteng Tinggal di Sekolah

Kompas.com - 16/10/2008, 17:32 WIB

JAKARTA, KAMIS - Akibat musibah kebakaran yang menghanguskan tujuh rumah di Jalan Menteng Kecil RT 11/RW 09, Kelurahan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (16/10) siang, para penghuninya kini harus beristirahat di Sekolah Kanisius, Musholla dan kantor Rukun Warga (RW) setempat.

"Sambil mengumpulkan puing-puing yang bisa diselamatkan, para warga yang berjumlah 70 jiwa dari tujuh keluarga saat ini tinggal di Kanisius, mushola dan kantor RW," ujar Kepala RW 09 Kelurahan Kebon Sirih, Udin.

Menurut Udin, kebakaran terjadi pada pukul 10.30, sebanyak 16 mobil pemadam kebakaran selama satu setengah jam akhirnya berhasil memadamkan kebakaran tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun para penghuni yang sebagian merupakan penghuni kos dan kontrakan tidak bisa menyelamatkan barang miliknya karena saat itu sedang bekerja atau sekolah.

Mengenai penyebab kebakaran, lanjut Udin, kemungkinan api berasal dari rumah Armena yang berada di depan lokasi kebakaran, setelah itu api menjalar ke belakang dan menghanguskan enam rumah lainnya yang saling berdempetan. "Sebelum terjadi kebakaran ada suara ledakan, sepertinya itu hubungan listrik arus pendek," tambah Udin. (C12-08)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau