SIDOARJO, KAMIS - Kondisi industri di Sidoarjo sejauh ini masih belum terpengaruh oleh dampak krisis keuangan global. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo masih terus mendata dan menganalisa perusahaan-perusahaan di Sidoarjo, terutama perusahaan ekspor-impor, yang diperkirakan terkena dampak krisis finansial global.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo Agus Budi Tjahjono mengungkapkan hal itu, Kamis (16/10), di Sidoarjo. Menurut dia, industri di Sidoarjo sejauh ini masih berada dalam kondisi stabil terkait krisis keuangan yang melanda banyak perusahaan dalam dan luar negeri.
Sejauh ini, belum ada laporan perusahaan di Sidoarjo yang mengalami krisis akibat krisis keuangan global. "Kami masih sedang mendata dan menganalisa perusahan-perusahaan di Sidoarjo terkait krisis keuangan global akhir-akhir ini," ucap Agus.
Di Sidoarjo, imbuh Agus, terdapat sekitar 350 perusahaan berskala besar serta sekitar 1.300 perusahaan berskala menengah dan kecil. Sebagian besar perusahaan itu bekerja sama atau memiliki hubungan bisnis dengan pasar luar negeri, seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Kebanyakan, perusahaan itu pengekspor komoditas seperti garmen, perikanan, dan industri kulit.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang