Chris John Tiba di Jepang

Kompas.com - 16/10/2008, 21:11 WIB

TOKYO, KAMIS -  Setelah terbang selama enam jam dari Perth Australia, rombongan kecil juara dunia kelas bulu WBA asal Indonesia, Chris John akhirnya tiba di Jepang, Kamis (16/10), untuk melakukan pertarungan wajib (mandataroy fight) melawan petinju tuan rumah, Hiroyuki Enoki pada 24 Oktober mendatang di Korakuen Hall, Tokyo.

Chris John datang bersama manajer sekaligus pelatihnya Craig Christian, dan asisten pelatih Bob Finanovski, serta asisten manajer sasana Herry’s Gym Toni Priatna, yang terbang langsung dari Jakarta.

Rombongan kecil tersebut kemudian disambut Dubes RI untuk Jepang Jusuf Anwar dan sejumlah diplomat senior KBRI Tokyo, yang khusus menyambangi hotel tempat Chris dan rombongan menginap.

Dubes Jusuf Anwar dan para diplomat sempat terkejut saat menyaksikan penampilan Chris John yang tidak segarang penampilannya di ring tinju. Chris John malam itu terlihat sangat santai dengan mengenakan celana jeans warna abu-abu dan kaos hitam.

Suami dari mantan atlet wushu Jateng, Anna Maria Megawati itu juga banyak tersenyum termasuk saat ditanyakan mengenai persiapannya menghadapi penantangnya Enoki. "Wah saya kira penampilannya gagah dan segarang para petinju yang biasa saya lihat. Ternyata malah gemulai," kata Dubes yang langsung disambut tawa para diplomat, serta asisten manajer Toni Priatna sendiri.

Chris pun hanya tertawa saja menanggapi komentar sang dubes. Lantas ia pun menyahut bahwa yang terpenting dirinya ke Jepang dengan persiapan matang. "Saya datang ke Jepang bukan untuk kalah lho," katanya lagi menimpali canda sang dubes.

Dalam percakapan yang berlangsung satu jam itu, Dubes mengatakan bahwa dirinya bersama masyarakat Indonesia di Jepang ikut mendoakan petinju kelahiran Banjarnegara, Jawa tengah, itu suskses mempertahankan gelarnya.

Jusuf Anwar juga menyatakan pihaknya siap membantu untuk membangkitkan semangat Chris selama bertanding dengan mengerahkan para warga Indonesia untuk menjadi suporternya. "Biar tambah semangat dan yang terpenting do the best," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Toni menyampaikan kepada dubes mengenai keinginannya untuk mencari tempat berlatih yang tertutup sehingga bisa menyesuaikan dengan suhu malam hari Tokyo. Dubes pun menyanggupi untuk membantu mencarikan tempat latihan yang dimaksud.

Selama seminggu ini, Chris John terus melakukan latihan penyesuaian diri dengan cuaca Tokyo yang kini memasuki musim gugur (suhu rata-rata 18-20 derajat Celcius).

Sementara pada tanggal 18 dan 20 Oktober akan ada sesi latihan yang dapat ditonton publik setempat di Sasana Kadoebi, sasana tempat lawan tandingnya Enoki, pada pukul 14.00. Sedangkan pemeriksaan kesehatan baru akan dilakukan pada 22 Oktober.

Pertarungan utama antara Chris John dengan petinju peringkat keempat kelas bulu WBA itu digelar pada malam hari pukul 22.00. Sebelumnya akan ada tiga partai tambahan yang kesemuanya mempertemukan petinju dari Negeri Sakura. Chris John sendiri menjadi juara dunia setelah merebutnya dari tangan petinju Kolumbia, Oscar Leon tahun 2003.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau