Prabowo Klaim Gerindra Partai Wong Cilik

Kompas.com - 16/10/2008, 22:33 WIB

PRABOWO makin percaya diri. Setelah resmi didaulut menjadi calon Presiden 2009, mantan Pangkostrad yang kini juga resmi menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) berani menyatakan, partainya kini, menjadi partainya wong cilik.
 
"Gerindra kini sudah menjadi partainya wong cilik. Gerindra kini, sudah sering disebut-sebut dari Sabang sampai merauke. Gerindra, kini sudah menjadi partai arus bawah," kata Prabowo dalam orasi politiknya pada penutupan Kongres Luar Biasa (KLB) serta Rapimnas Partai Gerindra, Kamis (16/10) malam.
 
Prabowo juga menyatakan dirinya sudah makin sering disapa, sering mendapat surat, sapaan-sapaan dari para rakyat Indonesia yang berharap padanya.
 
"Gerindra sudah sering disebut-sebut oleh anak kecil dan masyarakat luas. Kemana saya pergi, saya selalu disapa, tukang sapu maupun dari orang-orang. Saya juga sering mendapat surat, SMS, atau lainnya yang memberi pesan untuk bisa membela rakyat Indonesia," ujarnya.
 
"Berdirinya Gerindra dan bergabungnya para tokoh-tokoh, didasari karena kegalauan, kerisauan akan arah pembangunan ekonomi sekarang ini. Atas tidak berhasilnya 10 tahun reformasi. Sumber daya ekonomi yang sudah beralih milik. Jutaan hektar dikuasi oleh perusahaan-perusahaan besar yang tidak jelas di negara mana. Sekarang ini, yang miskin makin miskin," tandas Prabowo dengan suaranya yang makin terdengar lantang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau