Tanaman Anggrek Serat Menghilang dari Sultra

Kompas.com - 16/10/2008, 22:53 WIB

KENDARI, KAMIS - Salah satu jenis tumbuhan langka yang pernah menjadi maskot Sulawesi Tenggara (Sultra), anggrek serat (Diplocaulodium etile) disinyalir sudah menghilang dari hutan savana Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TN-RAW).

"Beberpa tahun lalu, anggrek serat kadang masih diperjualbelikan masyarakat Kabupaten Konsel dan Bombana yang kemudian dibawa ke Kota Kendari, namun hampir lima tahun terakhir tak ada lagi," kata salah seorang pencinta tanaman anggrek di Kota Kendari, Nyonya Hj. Dewi Hatong, di Kendari, Kamis (16/10). Ia menyayangkan hilangnya tumbuhan langka dilindungi yang hanya ada di Sulawesi Tenggara.

Menghilangnya anggrek serat, katanya, bertepatan dengan sirnanya sejumlah satwa dilindungi di kawasan Taman Nasional, sepeti rusa, anoa, dan burung maleo yang hanya bisa ditemukan di daratan Sultra.

Pemerhati masalah lingkungan, H. Alimuddin, mengatakan, hilangnya satwa maupun tumbuhan langka di kawasan Taman Nasional, berawal dari adanya perburuan liar dan penyerobotan kawasan hutan yang tidak terkendali sehingga satwa langka menghilang dari habitatnya.

Ia mengatakan, hilangnya satwa maupun tumbuhan yang dilindungi undang-undang merupakan bukti keserakahan para pemburu liar masuk ke kawasan hutan meskipun mereka mengetahui satwa dan tumbuhan dilarang untuk diambil maupun diburu.

Staf UPTD Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Provinsi Sultra, Iskandar mengatakan, habitat satwa langka, khususnya anoa dan burung maleo kini hanya tinggal kenangan.

"Kalau masih ada yang bertahan hidup, jumlahnya tidak seberapa dan menempati hutan dan gunung yang sama sekali belum terjamah manusia," katanya.

Menurut Iskandar, anoa dan burung maleo merupakan hewan yang paling sulit hidup berdampingan dengan jenis binatang lain sehingga jika lingkungannya terganggu maka lambat laut menghilang dari tempatnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau