JAKARTA, KAMIS — Kondisi perekonomian global yang tidak menentu sekarang ini, membuat bursa saham di Indonesia turut carut-marut. Pialang dan pemilik saham kelimpungan akan kondisi tersebut. Untuk tidak memperburuk keadaan ini, Pemerintah sempat menutup sementara aktivitas di Bursa Efek Indonesia.
Benarkah ancaman krisis itu sedemikian hebatnya? Calon presiden yang diusung partai baru berlambang kepala burung garuda Gerindra, Prabowo Subianto mengaku tidak pusing memikirkan turunnya nilai saham dunia. Itu karena dia tidak memiliki saham yang diputar melalui BEI.
"Anggota Partai Gerindra tidak perlu risau dengan turunnya indeks saham. Soalnya, tidak ada yang punya saham. Jangankan kader Gerindra atau pimpinan DPD Gerindra, saya saja tidak punya saham di BEI," ujar Prabowo dalam pidatonya yang pertama setelah dicalonkan sebagai capres, di Planery Hall Jakarta Convention Center, Kamis (16/10).
Dia mengatakan Gerindra kini menjadi partainya wong cilik, partainya arus bawah, atau partainya orang kecil. Menurut dia, Pemerintah terlalu ceroboh untuk mengatakan indeks saham di Indonesia tinggi. Saat indeks tersebut jatuh seperti saat ini, lanjut Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu, tidak terdeteksi sedalam apa kejatuhan tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang