Wall Street Kembali Turun Setelah Penjualan Besar-besaran

Kompas.com - 17/10/2008, 02:21 WIB

NEW YORK, KAMIS - Saham-saham AS tenggelam makin dalam pada Kamis ketika para pialang kembali berhemat menyusul munculnya berita-berita ekonomi yang makin suram, sehari setelah sesi terburuk dalam lebih dari 20 tahun bagi Wall Street.

Dow Jones Industrial Average terhuyung-huyung dalam aksi awalnya dan kemudian terjun 304,73 poin (3,55 persen) menjadi 8.273,18 pada 1508 GMT (2208 WIB) setelah penurunan 733 poin pada Rabu.

Itu merupakan kerugian poin terburuk dalam satu hari bagi indeks "blue chip" sejak rekor penurunan 777 poin pada bulan lalu dan penurunan persentase paling curam sejak 1987.

Indeks Standard & Poor`s 500, berubah dengan penurunan 45,53 poin (2,80 persen) menjadi 1.592,80.

Aksi pasar itu muncul setelah penjualan panik pada Rabu dan penurunan lebih jauh di pasar dunia termasuk penurunan 11,4 persen di Tokyo.

John Wilson, ahli strategi ekuitas pada Morgan Keegan, mengatakan momentum yang menurun itu diperkuat oleh pemaksaan manajer portofolio besar untuk menjual ketika klien menarik dana keluar.

"Pada saat bersamaan, ada ketidakpastian tentang seberapa dalam resisi akan terjadi. Terpikirkan untuk mendiskon masa depan ketika anda benar-benar tidak tahu bagaimana situasi saat ini akan berkembang," katanya.

Nathan Topper pada Economy.com mengatakan ada tanda-tanda peningkatan di pasar kredit yang secepatnya akan menenangkan pasar keuangan, tercermin dalam apa yang disebut penyebaran kredit dan tingkat suku bunga pinjaman antarbank Libor.

"Pasar utang menunjukkan tanda-tanda kesehatan yang lebih baik, `Yield` surat utang jangka pendek naik dan Libor turun," katanya.

"Penyebaran kredit perlu dipersempit untukmenghindari resesi global yang berat," katanya.

Namun ketakuran pasar diperberat oleh makin banyaknya data ekonomi AS yang bermasalah yang menunjukkan krisis perbankan dan kredit telah menekan dengan tajam sektor manufaktur.

Federal Reserve melaporkan produksi industri AS turun 2,8 persen pada September, penurunan tertajam sejak 1974.

Porsi besar penurunan itu datang dari industri yang terkena topan Gustav dan Ike di pantai Teluk AS dan pemogokkan di produsen pesawat Boeing, namun analis mengatakan angka-angka tersebut tidak sesuram perekonomian yang telah terhuyung-huyung karena melelehnya perumahan dan kehancuran kredit.

"Laporan produksi industri hari ini merupakan salah satu yang terburuk," kata Aaron Smith dari Economy.com.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau