LONDON, JUMAT - Cesc Fabregas mulai mengeluhkan pemain-pemain muda Arsenal. Menurutnya, The Gunners terlalu ingusan, belum berpengalaman, sehingga sulit bermain stabil di setiap pertandingan.
Komentar gelandang Spanyol ini sangat bertolak belakang dengan apa yang pernah dikatakannya di awal-awal musim. Waktu itu, Arsenal selalu menang. Fabregas pun bilang bahwa posisinya terancam karena kini banyak pemain muda yang bermain bagus di tim dan siap merebut tempatnya.
Wajar jika Fabregas khawatir dengan penampilan angin-anginan The Gunners. Mereka dikalahkan tim promosi Hull City dan tim papan bawah Fulham. Pekan lalu mereka nyaris kalah dari Sunderland, untungnya Fabregas mencetak gol penyama skor. Fabregas merasakan ada sesuatu yang hilang dari timnya. Di usianya yang kini beranjak dari 21 tahun, ia sudah menjadi pemain senior di lapangan tengah. Pengalamannya memang sudah jauh melebihi The Young Gunners di lini tersebut.
"Skuad kami terlalu muda. Di belakangku ada Denilson, 20 tahun, atau Alex Song 21 tahun. Theo Walcott masih 19 tahun dan Samir Nasri 21 tahun," terang playmaker berusia 23 tahun tersebut. "Susah membayangkan lini tengah di mana aku orang tertua di dalamnya."
Fabregas juga membandingkan Arsenal sekarang dan musim lalu. Ia merasa, The Gunners musim lalu lebih kuat dari sekarang karena banyak pemain berpengalaman yang bermain lebih menyerang. Jika tadinya ia merasa gelandang-gelandang muda menjadi saingannya, kini ia merasa mereka tak dapat bersaing lebih jauh.
"Kami melihatnya sulit untuk memenangi pertandingan karena kami kurang pengalaman. Aku mencetak 13 gol di masa lalu tapi kemudian punya banyak saingan. (Tomas) Rosicky di sekitarku, (Mathieu) Flamini menguasai setiap jengkal lapangan dan (Aliaksandr) Hleb seperti saudaraku di lapangan," tambahnya.
"Tim bermain dengan kemampuan bagus, kami kuat seperti dinding batu dan musuh kami tidak dapat menembusnya. Kini pemain-pemain itu tidak ada dan aku merasa janggal. Kami berpikir lebih defensif dan membangun tim yang kokoh tapi kami tidak memainkan seluruh kemampuan kami," ujarnya.
Waktu pindah dari Barcelona ke Arsenal, usia Fabregas masih 16 tahun. Ia harus berjuang keras mendapatkan kepercayaan dari pelatih Arsene Wenger hingga akhirnya mendapat peran playmaker. Ia mengaku itu adalah masa sulit dalam hidupnya di mana ia harus tinggal jauh dari keluarga dan kehilangan masa remajanya. Namun, ia sadar hal itu menjadikannya bertambah dewasa dan sekarang ia sudah mendapat kepercayaan besar baik dari klub maupun negaranya. (SUN)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang