5.800 Bayi di China Masih Dirawat

Kompas.com - 17/10/2008, 10:07 WIB

BEIJING, JUMAT — Kementerian Kesehatan China mengumumkan hingga kini terdapat 5.824 bayi yang masih dirawat di sejumlah rumah sakit di China akibat keracunan susu bubuk bercampur zat melamin.

"Dari jumlah itu, enam bayi di antaranya dalam kondisi sakit yang serius," demikian siaran pers Kementerian Kesehatan China, seperti dikutip China Daily di Beijing, Jumat (17/10).

Pada September tidak ditemukan adanya bayi yang meninggal akibat mengonsumsi susu yang terkontaminasi itu. Semua kasus kematian bayi sejauh ini hanya terjadi pada Mei hingga Agustus.        

Sejumlah 43.603 bayi dan anak-anak telah memperoleh perawatan dan meninggalkan rumah sakit setelah mencuatnya kasus susu bubuk yang diproduksi Grup Sanlu yang mengandung melamin pada pertengahan September.

Kementerian Kesehatan dan Administrasi Umum Pengawasan Kualitas, Inspeksi, dan Karantina (AQSIQ) dalam edaran bersama menyebutkan pula bahwa semua produk susu yang diproduksi sebelum 14 September harus ditarik dari peredaran untuk diuji mengandung melamin atau tidak.

"Tanpa memperhatikan merek, semua produk susu yang diproduksi sebelum 14 September harus diambil dari peredaran dan penjualan harus dihentikan," tutur edaran yang dikeluarkan tersebut.

AQSIQ mengatakan, keharusan penarikan produk susu sebelum tanggal itu dilakukan, mengingat pemerintah pusat telah melakukan pemeriksaan secara teliti terhadap produk susu sebelum masuk ke pasar.

Edaran tersebut juga menyebutkan produk susu yang diproduksi sebelum 14 September dapat dijual kembali hanya apabila telah lulus uji dan melampirkan label aman bebas kontaminasi melamin.

AQSIQ dalam pengumumannya menyebutkan bahwa hasil pengujian akhir terhadap 154 produk susu bubuk dari 51 merek, termasuk susu bubuk bayi, menunjukkan hasil aman untuk dikonsumsi. Pengujian yang dilakukan oleh AQSIQ dilakukan terhadap semua jenis susu bubuk dan cair setelah tanggal 14 September aman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau