Kalah dari Cile, Pelatih Argentina Mundur

Kompas.com - 17/10/2008, 10:44 WIB

BUENOS AIRES, JUMAT - Pelatih Argentina, Alfio
Basile, memutuskan mengundurkan diri, Kamis atau Jumat (17/10). Keputusan itu dia ambil setelah timnya dikalahkan oleh Cile 0-1 pada babak kualifikasi Piala Dunia 2010 Zona Conmebol (Amerika Selatan), Kamis (16/10). Demikian diumumkan asoasiasi sepakbola Argentina (AFA). 

"Basile menemui ketua AFA (Julio Grondona, Red) dan menyatakan mundur dengan alasan pribadi," kata juru bicara Ernesto Cherquis kepada wartawan. 

"Komite tim nasional mencoba membujuknya untuk bertahan, tetapi Basile sudah bulat dengan keputusannya. Kami tak bisa berbuat banyak dan kini seperti berenang di laut pasang. Tapi, keputusan itu sudah diterima. Ia merasa tertekan," tambah Cherquis.

Basile memang mendapat kritik tajam. Apalagi setelah timnya kalah dari Cile. Tim asuhannya seperti kehilangan arah dan terlalu tergantung kepada Juan Roman Riquelme, playmaker yang penampilannya kurang stabil. 

Basile menjadi pelatih Argentina pada Juli 2006. Dia sudah menjalani setengah dari 18 pertandingan baban penyisihan Piala Dunia 2010. Secara total, Basile sudah memainkan 28 pertandingan, menang 14 kali, seri delapan dan kalah enam kali. Argentina kini berada di urutan ketiga klasemen sementara. Mereka mengumpulkan nilai 16, di atas Cile dan hanya unggul selisih gol. Posisi Argentina dari pimpinan klasemen, Paraguay, juga makin jauh, yakni tertinggal 7 poin.

Empat tim taratas di Zona Amerika Selatan akan berhak langsung ke putaran final Piala Dunia 2010. Sedangkan peringkat kelima akan mengikuti laga play-off lawan tim urutan keempat dari Zona Amerika Tengah dan Utara (CONCACAF). (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau