Debat Peserta Pilkada Kaltim Dibatalkan

Kompas.com - 17/10/2008, 11:41 WIB

 

SAMARINDA,JUMAT-Penajaman visi dan misi yang mempertemukan peserta putaran kedua Pilkada Kaltim batal dilaksanakan 17-19 Oktober. KPU Kaltim menerima informasi Awang Faroek Ishak-Farid Wadjdy memilih untuk melaksanakan kegiatan sendiri.

''Acara yang seperti debat tidak jadi dilaksanakan,'' kata Ketua KPU Kaltim Masykur Melle saat jumpa pers di Samarinda, Jumat (17/10) siang. Acara itu bahkan rencananya ditayangkan tiga stasiun televisi yakni TVOne, MetroTV, dan TVRI.

Masykur mengatakan, pasangan Awang-Farid memilih melaksanakan kegiatan penajaman visi dan misi sendiri dengan cara bertemu para konstituen. Namun, KPU belum menerima informasi tentang bentuk acara, tempat, dan waktu pelaksanaannya.

Menurut ketentuan, lanjut Masykur, acara penajaman visi dan misi bukanlah kampanye melainkan semacam dialog dengan para konstituen atau pendukung. Untuk itu, tidak diperkenankan pasangan peserta Pilkada Kaltim melaksanakan acara yang mendatangkan orang banyak di luar ruangan seperti lapangan.

Pilkada Kaltim diikuti dua pasang peserta. Satu pasang lagi ialah Achmad Amins-Hadi Mulyadi. Pasangan ini pun belum diketahui bentuk acara penajaman visi dan misinya. Yang jelas, pemungutan suara akan dilaksanakan pada 23 Oktober atau Kamis pada minggu depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau