PDS Berkisar Pada Angka 15-20 Persen

Kompas.com - 17/10/2008, 13:23 WIB

SURABAYA,JUMAT-Partai Damai Sejahtera menilai ambang batas partai politik atau gabungan parpol yang mengusung calon presiden idealnya berkisar 15-20 persen perolehan suara Pemilu 2009. Dengan ambang batas itu, jumlah calon yang maju dalam Pemilihan Presiden 2009 tidak terlalu banyak, yakni 4-6 pasangan saja.

Ketua Umum Partai Damai Sejahtera Ruyandi Hutasoit, Jumat (17/10) di Surabaya mengatakan, ambang batas 10 persen tidak diusulkan karena akan memunculkan terlalu banyak calon. Ambang batas 15 persen juga masih akan memungkinkan kehadiran 6 calon. Karenanya, PDS mengharapkan ambang batas parpol dan gabungan parpol pengusung calon presiden 15-20 persen.

"Koalisi tidak bisa dihindari saat ini. Kalau partai besar, koalisinya memerlukan lebih sedikit partai saja. Tetapi, semakin besar ambang batas pencalonan presiden, makin banyak parpol yang harus bergabung," kata Ruyandi yang berada di Surabaya untuk konsolidasi calon legislatif PDS dari Jatim dan Surabaya serta persiapan Pemilu 2009.

Saat ini, Dewan Perwakilan Rakyat masih membahas Rancangan Undang -Undang Pemilihan Presiden. Fraksi-fraksi di DPR belum menyepakati besaran perolehan suara yang menjadi syarat parpol atau gabungan parpol mengusung capres/cawapres.

Ruyandi juga mengatakan belum mempertimbangkan nama-nama calon yang akan didukung dalam Pemilihan Presiden 2009. Kriteria capres dan cawapres yang didukung antara lain nasionalis, pancasilais, dan pluralis. "Kalau bisa kader sendiri, kalau tidak, dukung yang ada," ujarnya

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau