Setelah pada awal pekan sempat menimbulkan secercah harapan, akhir pekan justru berubah menjadi kelabu bagi Bursa Efek Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan pada Jumat (17/10) sore ditutup melorot 63,827 poin (4,36 persen) ke posisi 1.399,424, mengikuti pelemahan yang terjadi di mayoritas indeks bursa Asia Pasifik.
Saham-saham sektor perkebunan dan miscellaneous industri yang merosot di atas 7 persen menyeret indeks terpuruk di zona merah.
Sementara itu, indeks Kompas100 juga anjlok 5,19 persen pada 336,014, indeks LQ45 terjun 6,04 persen ke 269,403, dan Jakarta Islamic Index melemah 5,02 persen pada 216,728.
Sebanyak 134 saham turun mendominasi perdagangan hari ini dibandingkan dengan 31 saham naik dan 42 saham stagnan. Nilai perdagangan mencapai Rp 3,724 triliun dari 40.429 kali transaksi dengan volume 7,964 miliar saham.
Sementara itu, saham-saham di kawasan regional mayoritas berakhir di zona merah seiring dengan masih khawatirnya pelaku pasar terhadap kondisi perekonomian global.
Di zona merah, saham-saham di Hongkong memimpin dengan indeks Hang Seng yang melorot 4,4 persen (676,31 poin) menjadi 14.554,21, indeks Kospi Korsel turun 2,7 persen pada 1.180,67, indeks Tertimbang Taiwan terpuruk 2,28 persen, dan indeks All Ordinaries Australia melemah 1,09 persen menjadi 3.944,8.
Sementara itu, indeks Nikkei Jepang naik 2,78 persen pada 8.693,82 dan indeks komposit Shanghai China menguat 1,08 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang