AIG Mundur, Tim Piala Davis AS Kehilangan Sponsor

Kompas.com - 17/10/2008, 20:49 WIB

NEW YORK, JUMAT - Krisis ekonomi global memang memberikan imbas yang luar biasa. Sektor olahraga tenis lapangan pun harus mendapatkan dampaknya, karena kehilangan sebuah lembaga sponsor yang selama ini sangat peduli.

Menurut laporan, raksasa asuransi, AIG, menghentikan aliran dananya bagi tim Piala Davis Amerika Serikat. Padahal, sudah hampir satu dekade asuransi yang juga menjadi sponsor utama Manchester United itu menjadi "nyawa" tim Piala Davis negeri Paman Sam tersebut.

American International Group Inc. tidak akan membarui kontraknya yang selesai akhir tahun ini. Menurut seorang sumber yang dekat, tidak ada rencana untuk melakukan hal itu lagi.

Sudah bertahun-tahun AIG menjadi partner olahraga tenis AS. Dan untuk Piala Davis, mereka telah mengeluarkan dana jutaan dolar sejak pertama kali menjadi sponsor tahun 1999.

Sponsorship itu meliputi promosi melalui tim AS, termasuk pada pakaian yang dipakai para pemain saat pemanasan. Selain itu, AIG juga "nampang" pada iklan televisi.

Tim Piala Davis AS yang dipimpin mantan petenis nomor satu dunia, Andy Roddick, bersama dengan James Blake serta pemain kembar Bob dan Mike Bryan, menjadi juara tahun 2007. Namun untuk tahun ini, langkah mereka terhenti di semifinal setelah ditaklukkan Spanyol bulan lalu.

Berakhirnya kerjasama USTA-AIG dengan tim Piala Davis, merupakan salah satu efek dari krisis ekonomi global. Dampak tersebut juga dirasakan oleh para pelaku olahraga tenis.

Seperti golf, setiap tahunnya tenis juga mendapat suntikan dana jutaan dolar dari asuransi dan industri keuangan. Bentuk kompensasinya, ada turnamen yang menggunakan nama sponsor tersebut.

Memang, pada bulan September lalu, AIG yang merupakan perusahaan asuransi terbesar di dunia, harus mengeluarkan dana sangat besar. Mereka menggelontorkan 85 miliar dolar AS (sekitar Rp 839 triliun) karena dipinjam oleh pemerintah.

Kemudian, pada 8 Oktober lalu, Federal Reserve setuju memberikan pinjaman lagi sebesar 37,8 miliar dolar AS (sekitar Rp 373,219 triliun). Tak heran jika AIG terpaksa memotong pengeluaran dari sektor lain, di antaranya dana untuk sponsor. (AP/LOU)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau