SBY Minta Golkar Bijaksana Tentukan Koalisi

Kompas.com - 17/10/2008, 21:12 WIB

JAKARTA, JUMAT - Pembukaan acara Rapimnas Golkar di JCC, Jumat (17/10), agak istimewa. Pasalnya, pasangan politik Golkar yang juga adalah Presiden Republik Indonesia periode 2004-2009 Susilo Bambang Yudhoyono hadir dalam acara ini. Bahkan, SBY diberi waktu khusus untuk menyampaikan sambutannya dalam pembukaan Rapimnas ini.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat berharap, Partai Golkar akan arif menentukan koalisi pada waktunya. Menurut Presiden Yudhoyono, pernyataannya itu bukan sebuah catatan kaki maupun catatan pinggir. Akan tetapi, sebuah catatan politik. 

"Sekarang sudah mulai diwacanakan koalisi dan partnership antar parpol baik menuju pemilu maupun pascapemilu 2009. Dengan segala kerendahan hati, saya berpendapat Golkar tentu memiliki pandangan dan kearifan untuk menentukan sikap dan pilihan politiknya untuk koalisi," ujarnya.

Ia menambahkan, semua pihak berharap posisi dan pilihan Partai Golkar untuk menentukan koalisi. Sebab, koalisi parpol diyakini memiliki tujuan dan niat yang baik bagi kehidupan bangsa. SBY juga mengatakan, jika Golkar telah menentukannya dengan arif, tentu saja dirinya akan menghormati keputusan Golkar tersebut.

SBY juga tak lupa mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang dibangun oleh Partai Demokrat dan Golkar selama empat tahun. Apalagi peran Golkar dengan kader terbanyak. "Kita tahu kader Golkar itu sangat banyak, bahkan lebih banyak daripada kader Demokrat," tandas SBY disambut tawa ribuan peserta Rapimnas.

SBY juga memberikan ucapan selamat berjuang kepada Golkar dalam kompetisi politik 2009 mendatang. Golkar diharapkan dapat memberi contoh dalam melakukan politik yang sehat sehingga dapat membangun demokrasi yang lebih baik lebih positif, termasuk bersepakat untuk menjauhkan diri dari politik yang menghalalkan segala cara, politik kekerasan dan merusak moral bangsa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau