Ungguli Tifatul, Marissa Haque Tersanjung

Kompas.com - 17/10/2008, 22:38 WIB

JAKARTA, JUMAT - Istri mantan rocker Ikang Fawzi ini terlihat sumringah, begitu tahu dirinya masuk dalam jajaran calon wakil rakyat yang direspon masyarakat berdasar jajak pendapat dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang melansir hasil survei popularitas calon anggota legislatif (caleg) untuk DPR RI untuk Pemilu 2009 di Jakarta, Kamis (16/10) kemarin. Marissa Haque yang ditemui saat berkunjung ke kantor Persda, Jumat (17/10), menolak bila dikatakan dirinya 'hanya' mengandalkan figur ke artisan sebagai calon wakil rakyat.

"Saya bukan sekadar artis. Saya punya pengalaman dan sudah bekerja untuk rakyat. Survei LSI itu membuktikan rakyat mengenal saya," kata Marissa Haque.

Kini, Marissa yang dulu dikenal sebagai politisi 'vokal' PDI Perjuangan, hijrah ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Marissa menjadi calon wakil rakyat untuk daerah pemilihan (dapil) Jabar I. Ia mengaku, hasil survei yang dilakukan oleh LSI sebuah penghormatan.

Dalam hasil survei LSI itu dijelaskan, responden disodorkan 10 nama caleg dari politisi dan 10 caleg dari kalangan selebriti dipertemukan. Hasilnya, kalangan artis akan mengalahkan para politisi tersebut. Survei dilakukan pada 8-20 September lalu dengan jumlah responden 1.249 di 33 provinsi. Responden berusia 17 tahun ke atas. Survei dilakukan dengan metode wawancara, dengan sampling error tiga persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasilnya, pelawak Eko Patrio meraih 5,6 persen suara yang jauh mengungguli politisi PKB Muhaimin Iskandar (2,9 persen), politisi PDIP Pramono Anung (2,5 persen), politisi PKS Tifatul Sembiring (1,5 persen), serta dua politisi Golkar, Priyo Budi Santoso (0,2 persen) dan Ferry Mursyidan Baldan yang berada di urutan terbawah dengan perolehan 0,1 persen.

Dari hasil ini juga terungkap Ketua DPR RI Agung Laksono berada di urutan pertama dari 20 nama dengan 18,5 persen. Untuk posisi figur artis selanjutnya, Marissa Haque (5,2 persen), Adjie Massaid (4,5 persen), Ikang Fawzi pada urutan kelima (3,4 persen). Yang lain, Angelina Sondakh (2,4 persen), Dedi Gumelar alias Miing (2,3 persen), Nurul Arifin (2,2 persen), Anas Urbaningrum (1,9 persen), Lukman Saifuddin (1 persen), MS Kaban (1 persen), Zulkifli Hasan (0,6 persen), Wanda Hamidah (0,5 persen), Wulan Guritno (0,3 persen), dan pada urutan terbawah Venna Melinda (0,1 persen).

Marissa mengaku tersanjung dengan hasil survei yang dirilis oleh LSI yang menempatkanya berada diatas tingkat popularitasnya di atas para politisi yang lain. Ia kembali mengomentari, hasil survei ini adalah sebuah anugerah.

"Saya tidak sekadar artis yang ecek-ecek. Saya ingin semuanya paham kepada artis yang paham sekolahan, yang bisa bersikap kritis dan tidak sekadar tenar kemudian terjun ke dunia politik," tukasnya.

Ia tak memungkiri bila Eko Patrio, rekannya sesama kalangan artis berada di atas yang paling mendapat respon masyarakat berdasar hasil survei LSI. Marissa mahfum, Eko kini kerap muncul di publik, selalu terlihat di televisi.

"Kami memang sama-sama dikenal publik, juga figur artis yan lain. Keunggulan mas Eko sekarang ini, dia yang paling sering muncul di televisi. Saat bulan Ramadhan saja, mas Eko hampir setiap hari muncul. Dan saya hanya ingin katakan, figur publik atau artis yang menjadi wakil rakyat, tidak hanya sekedar mengandalkan ketenaran begitu saja, bukan itu," kata Marissa Haque. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau