JAKARTA, SABTU- Nilai bisinis yang dikelola dan dimiliki TNI tidak besar dan hanya Rp 3,1 triliun. Menurut Kepala Dinas Penerangan Umum (Kadispenum) TNI Kolonel Achmad Yani, sebagian besar bisnis TNI hanya berupa koperasi yang tersebar di beberapa wilayah.
"Value TNI hanya 3,1 triliun. Bisnis TNI tidak sebesar yang diibayangkan masyarakat. Kalau koperasi itu paling larinya hanya untuk bingkisan Lebaran saja. Jumlahnya tidak besar," kata Acmad.
Achmad tidak membenarkan adanya polemik yang berkembang dan menyatakan bahwa sekitar 70 persen kebutuhan TNI disokong dari bisnis TNI. Menurutnya, bisnis TNI seperti koperasi dan yayasan untuk memenuhi kebutuhan sekunder prajurit agar tercukupi.
"Kami juga menjaga martabat TNI dan menjaga agar TNI dapat hidup layak. Yayasan untuk mendukung kebutuhan prajurit akan kesehatan dan pendidikan. Banyak prajurit yang ingin anaknya sekolah tinggi," kata Achmad.
Selama ini, TNI selalu didoktrin untuk bertempur dan menjalankan tugas berat untuk menjaga keamanan negara. Jadi, seyogyanya kesejahteraan prajurit juga diperhatikan. Achmad mengaku TNI pasrah menerima segala keputusan yang diambil pemerintah.
"Bahasanya. TNI adalah pasrah bongkokan. Bagaimana keputusan pemerintah," kata Achmad.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang