Enam Perupa Kanvaskan Barack Obama

Kompas.com - 18/10/2008, 15:12 WIB

BANDUNG, SABTU--Berawal dari ketenaran sosok Barack Obama, enam perupa Pasar Seni Taman Sari, Kota Bandung, Jabar, Sabtu, berkolaborasi mengkanvaskan calon termuda Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat itu.

Keenam perupa kawakan tersebut, yakni Basuki Bawono, Maman Iskandar, Mier Komara, Zulfli, Gino dan Herman. Mereka melukis di atas kanvas berbeda ukuran dengan karakter lukisan yang berbeda satu sama lain, dari mulai aliran realis, ekspresif, karikatur, dan abstrak.

Lukisan itu rencananya akan dikirimkan ke Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia di Jakarta. "Kami berharap mungkin saja pihak Obama tertarik untuk menjadikannya sebagai media kampanye atau tertarik untuk membeli lukisan kami," kata Basuki Bawono, salah seorang perupa itu.

Menurut dia, Barack Obama dipilih sebagai objek lukisan karena yang bersangkutan merupakan tokoh populer di dunia saat ini, serta Obama memiliki unsur kedekatan dengan Indonesia karena pernah tinggal di republik ini.

"Dengan cara melukis seperti ini kami memberi dukungan dan apresiasi, kami juga menilai Obama merupaka tokoh yang berkualitas, memiliki wawasan yang luas serta memiliki kedekatan, karena pernah tinggal di Indonesia," tukasnya.

Hingga siang ini para perupa masih terus menyelesaikan karyanya,  diantara para perupa yang tengah melukis lambang hati berwarna merah yang menggantikan karakter huruf ’O’ dilanjutkan dengan kata ’Bama... yes!’

Selain itu sebuah bendera Amerika Serikat ditancapkan di salah satu pohon. Terdapat pula kain putih bertuliskan ’You are the world hope’ yang menyemarakan suasana dan di bawah tatapan ratusan pasang mata memerhatikan kelincahan jemari keenam perupa itu.(ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau