Fadel: Pamor Golkar Turun

Kompas.com - 18/10/2008, 15:27 WIB

JAKARTA, SABTU - Tokoh Golkar yang juga Gubernur Provinsi Gorontalo, Fadel Muhammad, tak ragu menyatakan bila pamor partainya saat ini sedang turun. Ditemui disela-sela Rapimnas IV Partai Golkar, Sabtu (18/10), Fadel menyatakan ada 3 faktor penyebab turunnya pamor Golkar. Faktor yang paling utama adalah militansi Partai Golkar yang dinilainya sangat kurang. Ini juga menurutnya, yang menyebabkan Golkar belum tentu bisa menjadi pemenang pada Pemilu 2009 mendatang, mengulang sukses Pemilu 2004.

"Selain soal militansi di DPP Partai Golkar yang sangat kurang, faktor kedua adalah argumentasi dibalik setiap kebijakan partai, tidaklah jelas. Faktor ketiga, atau yang terakhir, tidak dilakukannya para tokoh-tokoh partai secara berkesinambungan, " kata Fadel Muhammad.

Militansi partai yang dimaksud, adalah partai yang dinaunginya selama ini tidak melakukan reaksi atas gerakan setiap kompetitor para kandidat capres pada Pemilu 2009 mendatang. Terlebih, dua mantan tokoh Golkar, Wiranto yang hijrah ke Hanura dan Prabowo Subianto ke Gerindra, tidak terlalu dianggap.

"Tidak heran jika sekarang ini pamor Partai Golkar turun. Sementara partai dari kedua tokoh itu mendapat respons positif dari masyarakat seperti yang dilansir oleh berbagai lembaga survei," kata Fadel.

"Golkar sepertinya kebingungan dalam menentukan arah dan kebijakan sekarang ini. Termasuk dalam membuat program-program yang seharusnya dijadikan acuan oleh seluruh pengurus Partai Golkar di semua tingkatan. Seperti vakum dengan kegiatan yang langsung bersentuhan dengan semua kepentingan masyarakat sekarang ini," cetusnya.

Golkar, lanjut Fadel, saat ini seperti ingin mengarah pada satu individu (Jusuf Kalla). "Seharusnya, Golkar bisa dan berani menampilkan capresnya sendiri. Itu malah lebih baik karena banyak tokoh Golkar yang potensial memimpin negeri ini, tidak hanya ditempatkan sebagai orang nomor dua saja" tambah Fadel Muhammad. (Persda Network/yat)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau