Perahu Impor Untungkan Atlet Indonesia

Kompas.com - 18/10/2008, 17:07 WIB

DENPASAR, SABTU - Peralatan Dragon Boat, salah satu cabang olahraga yang di pertandingkan dalam Asian Beach Games (ABG) kali ini, menguntungkan atlet Indonesia. Sebab perahu yang di impor dari China tersebut mempunyai bobot yang lebih ringan, dibandingkan dengan perahu yang biasa mereka gunakan dalam latihan.

Menurut Ketua Tim Indonesia ABG, Djoko Pramono, perahu naga yang dibuat latihan atlet Indonesia seberat 600 kg, sedangkan perahu yang didatangkan dari China hanya seberat 300 kg. "Dengan begitu atlet lebih ringan dalam menggunakan perahu naga saat tampil dalam pertandingan," ungkap Djoko di Bali, Sabtu (18/10).

Djoko menambahkan, selain semakin ringannya bobot perahu, honor atlet juga sudah dikucurkan. "Dengan begitu semangat atlet menjadi bertambah untuk menyuguhkan prestasi optimal untuk Indonesia," lanjut Djoko.

Atlet nasional sendiri baru berlatih di Bali sejak Agustus, sedangkan khusus untuk atlet jetski yang peralatan dan suku cadangnya sulit ditemukan di Bali, diberi peluang melakukan Pelatnas di Ancol, Jakarta hingga akhir September. "Meskipun begitu, saya optimis atlet jetski mampu membuahkan prestasi terbaiknya di ABG kali ini," terang Djoko.

Pasalnya atlet nasional mampu menempati urutan kedua, sebelum ditabrak lawan dan akhirnya menduduki posisi empat dunia di kejuaraan dunia yang digelar di Amerika. (C11-08)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau