KOTABARU, SABTU - Hingga saat ini petugas kesehatan di Kotabaru, Kalimantan Selatan, masih kesulitan untuk menyerahkan kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), kepada keluarga kurang mampu.
"Banyak ditemukan nama yang tertera di dalam kartu kepala keluarga tidak sama dengan nama anggota keluarga," kata Kepala Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial, Kotabaru, drg Cipta Waspada, Sabtu.
Dari sekitar 55.902 lembar kartu yang diterima Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Kotabaru, jumlah sementara kartu yang bermasalah mencapai 1.693 lembar.
Terdiri dari kartu salah identitas 835 lembar, orangnya tidak ada/meninggal dunia 105 lembar, orangnya tidak ada/pindah tempat tinggal 730 lembar, dan 23 lembar pemiliknya dianggap telah berubah status perekonomiannya.
Menurut Cipta, penyebap banyaknya persoalan dalam penyerahan kartu Jamkesmas di antaranya, data yang dipergunakan dalam membagi Jamkesmas adalah data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2005, sementara di lapangan kondisi telah banyak berubah.
Ia berharap, untuk pembagian Jamkesmas yang akan datang menggunakan data terbaru, guna mengurangi permasalahan di lapangan.
"Jumlah kartu yang bermasalah diperkirakan akan meningkat, karena pembagian Jamkesmas di 20 kecamatan masih belum berakhir," ujar Hj Rahmiah, dari Tim Pengelola Jamkesmas.
Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, Rahmiah bersama Kepala Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial, berkoordinasi dengan Pelaksana Tugas (PlT) Sekretaris Daerah Kotabaru, H Anang Chairansyah.
"Setelah mengetahui banyak permasalahan yang kami hadapi, akhirnya bupati memutuskan untuk mengganti mereka dengan keluarga kurang mampu yang lainnya," katanya.
Rahmiah mengaku diberi kesempatan pemerintah pusat hingga 30 Oktober, untuk melaporkan daftar identitas lengkap calon penerima baru Jamkesmas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang