Paspor 2 WNI Dirobek-robek Petugas Imigrasi Malaysia

Kompas.com - 19/10/2008, 03:56 WIB

PEKANBARU — Paspor milik dua WNI, Yulizar Buyung Nasir (46) dan Iwan Amaik Sulaiman (25), dirobek dan dicoret-coret oleh petugas imigrasi Malaysia ketika akan pulang ke Indonesia pada 16 Oktober.

Menurut Yulizar, petugas imigrasi di Pelabuhan Port Dickson, Malaysia, marah karena kedua WNI berada di Malaysia selama hampir tiga bulan. ”Kami tidak menyalahi izin tinggal karena dalam paspor kami diberi waktu tinggal sampai 90 hari. Ketika kami pulang, waktu 90 hari belum terlewati,” kata Yulizar, Sabtu (18/10) di Pekanbaru.

Paspor Iwan robek pada enam halaman. Pada paspor Yulizar ada coretan dan gambar dari halaman lima sampai halaman 11. Gambar, antara lain, mirip tikus atau babi dan wajah manusia. Selain itu, ada coretan tak beraturan.

Pada cap stempel imigrasi Malaysia tanggal 29 Juli 2008 tertera kalimat ”Permitted to enter and remain in West Malaysia and Sabah for ninety (90) days on social visit only from the date shown above”.

”Petugas imigrasi Malaysia bernama Yusuf mengata-ngatai kami dan menyatakan, kami hanya boleh tinggal di Malaysia selama satu bulan,” Kata Iwan.

Sesampainya di Dumai, Yulizar dan Iwan melapor ke kantor imigrasi setempat.

Kepala Imigrasi Dumai Haspion Irman, seperti dikutip Pekanbaru Tribun, mengatakan, petugas imigrasi tidak boleh merusak paspor warga negara asing karena itu menyalahi aturan imigrasi internasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau