JAKARTA, RABU - Partai Golkar harus menyiapkan skenario politik terburuk dalam menghadapi pemilihan umum anggota legislatif dan capres dan cawapres. Misalnya, jika perolehan suara tidak mencapai targat bahkan untuk dapat mencalonkan presiden dan wakil presiden.
Hal tersebut disampaikan Fadel Muhammad, Ketua DPD I Partai Golkar Gorontalo yang saat ini masih menjabat Gubernur Gorontalo di sela Rapimnas Partai Golkar, Minggu (19/10). Fadel mengatakan, Partai Golkar juga harus menyiapkan skenario yang tepat jika terpaksa harus berkoalisi.
Ia memberi contoh pada pencalonan presiden dan wakil presiden apabila pansus RUU Pilpres akhirnya menetapkan 25 persen kursi legislatif sebagai syarat bagi partai politik atau gabungan parpol untuk dapat mengajukan pasangan capres dan cawapres. Jika pencapaian suara pada Pemilu kurang dari angka tersebut, Golkar harus sudah merencanakan partai-partai yang akan dirangkul.
"Jika demikian, kita harus tahu partai mana yang kita harus rangkul, dan bagaimana cara merangkulnya," ujar Fadel saat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) IV dan HUT ke-44 Partai Golkar di Jakarta Convention Center, Jakarta, Minggu (19/10).Tapi sekalipun nantinya Golkar berkoalisi, lanjut Fadel, partainya harus tetap menjadi partai yang memimpin dan memegang tongkat kendali koalisi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang