Guru Diajari Cara Nge-Blog

Kompas.com - 19/10/2008, 21:54 WIB

BANDUNG,MINGGU-Weblog atau jurnal online bisa menjadi salah satu media literasi dan pembelajaran yang efektif dan luas. Hal ini ditekankan di dalam Kongres I Asosiasi Guru Sains Indonesia yang dilaksanakan 18-10 Oktober di Bandung.

Di dalam kongres yang diikuti 208 guru sains dari 21 provinsi se-Indonesia ini, para guru dibekali pula cara membuat dan memanfaatkan media weblog. Selama sehari, guru-guru Ilmu Pengetahuan Alam, Kimia, Biologi, Fisika, Bumi Antariksa, Geografi, dan Astronomi ini diajari ngeblog dari penyedia jasa blog gratis, khususnya Blogger.

Menurut Ketua Umum AGSI Yuyun R. Nur Yusuf, secara umum, masih teramat jarang guru yang sudah memanfaatkan media komunikasi dari jagat maya ini. "Padahal, blog ini bisa menjadi media bagi mereka (guru) untuk menulis dan mencurahkan pikiran. Mendorong budaya literasi, " ungkapnya.

Ia berharap, melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, guru-guru sains dapat mengembangkan dirinya. Jangan justru malah ketinggalan zaman. "Untuk itu, tiap-tiap anggota AGSI diusahakan memiliki setidaknya alamat surat elektronik sendiri. Sehingga, meskipun guru itu ada di Papua, dia tetap bisa mengembangkan dirinya lewat ICT (Teknologi Infokom), " tuturnya.

Kendala terbesar mendorong pemanfaatan teknologi infokom, termasuk blog, ini justru biasanya ada dari internal guru itu sendiri. Bukan keterbatasan sarana atau fasilitas. Sebetulnya, tidaklah susah (membuat blog). "Yang penting merubah kebiasaan dan terus melakukan pengembangannya, " ungkap Kustini (45), guru dari SMKN 4 Kota Bandung. Menurutnya, praktik ngeblog jauh lebih mudah daripada teorinya.

Menurut Sri Prihatiningsih, instruktur pelatihan membuat blog, pada prinsipnya, setiap orang bisa membuat media ini. Blogger, situs freehosting (penyedia jasa gratis) itu dipilih karena relatif lebih mudah digunakan (user friendly ) dibandingkan lainnya macam Wordpress, Thoughts, Multiply, dan Facebook. Bagi kalangan guru, blog ini bisa menjadi media interaksi antara pengajar, pakar, dan siswa sendiri.

Narsis

Nevoyati (44), guru SMKN I Cimahi, bertekad akan memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran. "Nantinya, di blog yang saya buat, akan diisi dengan tugas-tugas harian. Para siswa diundang dan diminta mengakses blog untuk bisa mengerjakannya, " ujarnya. Apakah ini bisa dikatakan narsis? "Gak masalah. Selama itu arahnya positif dan tidak mengarah ke kesombongan, ya tidak apa-apa," ucapnya.

Menurutnya, hal tersulit yaitu kreativitas mengembangkan serta membuat blog itu agar menarik dan bisa dikunjungi orang. Ia sendiri mengaku akan terus belajar mengenai desain blog dan fitur-fitur pelengkapnya, termasuk yang dikembangkan perangkat lunak Macromedia Flash Player.

Kongres I AGSI ini sendiri akan berlangsung hingga Senin (20/10) ini. Peserta yang hadir itu ada yang berasal dari Aceh hingga Papua. Penyelenggara kegiatan tidaklah menyediakan biaya transportasi. Peserta dari Papua misalnya, mengeluarkan biaya hingga Rp 8 juta untuk ikut kegiatan ini. Menurut Yuyun, ini merupakan bentuk antusiasme guru mengikuti kegiatan ini.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau