LONDON, SENIN - Pelatih Arsenal, Arsene Wenger mulai mengkhawatirkan dampak krisis ekonomi global yang terjadi akhir-akhir ini. Ia memperingatkan, bukan tidak mungkin sepak bola akan menjadi korban berikutnya.
Kekhawatiran Wenger itu didasarkan pada kontrak Premier League dengan stasiun televisi yang akan berakhir pada akhir musim 2009/10. Artinya, jika keadaan ekonomi tidak membaik tahun depan, bukan tidak mungkin penghasilan terbesar sepak bola Inggris bakal berkurang atau bahkan hilang.
"Resesi ekonomi berarti penggemar akan kehilangan uang, perusahaan televisi akan mengalami penurunan pendapatan iklan dan itu berarti sepak bola akan terkena dampaknya. Kontrak berikutnya akan lebih rendah, tergantung pada seberapa kuat mereka menanganinya," kata Wenger kepada majalah internal Arsenal.
Wenger percaya, jika sebuah klub mengalami kebangkrutan, ujung-ujungnya suporter juga yang menanggung dampaknya. Pelatih asal Perancis ini sudah mengamati beragam bank di dunia yang saat ini sedang berjuang agar tidak kolaps. Menurutnya, sebagian besar di antaranya meminta dukungan pemerintah untuk membantu menalangi kerugian. Dari mana dana yang dimiliki pemerintah? Tentu dari masyarakat, termasuk penggemar bola.
"Siapa yang akan membayarnya? Pembayar pajak. Jadi, sepak bola akan mengalami hal serupa, suporter akan berhenti membayar," tambahnya.
Masalah yang dihadapi sepak bola Inggris ini sebetulnya sudah mulai mengancam klub-klub lain di berbagai belahan dunia. Deportivo La Coruna bahkan terang-terangan meminta suntikan dana dari pemerintah daerah. Klub-klub di Serie B Italia juga sudah memberikan peringatan bahwa cepat atau lambat resesi ekonomi akan mematikan langkah mereka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang