Wenger Mulai Khawatirkan Krisis Ekonomi

Kompas.com - 20/10/2008, 06:07 WIB

LONDON, SENIN - Pelatih Arsenal, Arsene Wenger mulai mengkhawatirkan dampak krisis ekonomi global yang terjadi akhir-akhir ini. Ia memperingatkan, bukan tidak mungkin sepak bola akan menjadi korban berikutnya.

Kekhawatiran Wenger itu didasarkan pada kontrak Premier League dengan stasiun televisi yang akan berakhir pada akhir musim 2009/10. Artinya, jika keadaan ekonomi tidak membaik tahun depan, bukan tidak mungkin penghasilan terbesar sepak bola Inggris bakal berkurang atau bahkan hilang.

"Resesi ekonomi berarti penggemar akan kehilangan uang, perusahaan televisi akan mengalami penurunan pendapatan iklan dan itu berarti sepak bola akan terkena dampaknya. Kontrak berikutnya akan lebih rendah, tergantung pada seberapa kuat mereka menanganinya," kata Wenger kepada majalah internal Arsenal.

Wenger percaya, jika sebuah klub mengalami kebangkrutan, ujung-ujungnya suporter juga yang menanggung dampaknya. Pelatih asal Perancis ini sudah mengamati beragam bank di dunia yang saat ini sedang berjuang agar tidak kolaps. Menurutnya, sebagian besar di antaranya meminta dukungan pemerintah untuk membantu menalangi kerugian. Dari mana dana yang dimiliki pemerintah? Tentu dari masyarakat, termasuk penggemar bola.

"Siapa yang akan membayarnya? Pembayar pajak. Jadi, sepak bola akan mengalami hal serupa, suporter akan berhenti membayar," tambahnya.

Masalah yang dihadapi sepak bola Inggris ini sebetulnya sudah mulai mengancam klub-klub lain di berbagai belahan dunia. Deportivo La Coruna bahkan terang-terangan meminta suntikan dana dari pemerintah daerah. Klub-klub di Serie B Italia juga sudah memberikan peringatan bahwa cepat atau lambat resesi ekonomi akan mematikan langkah mereka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau