ROMA, SENIN - Pelatih AS Roma, Luciano Spalletti mengatakan, kekalahan timnya 0-4 dari Inter Milan bukan karena masalah kualitas. Konsentrasi dan konsistensi permainan Roma lebih bermasalah daripada soal mutu permainan.
"Sangat jelas, hasil pertandingan ini ditentukan kelengahan kami. Inter tahu betul bagaimana memanfaatkan kelengahan itu. Cukup menyakitkan. Kami memiliki banyak peluang, tapi gagal memanfaatkannya. Sementara, Inter dengan cermat memanfaatkan setiap peluang," jelasnya.
Zlatan Ibrahimovic membuka kemenangan Inter setelah lolos dari jebakan offside. Cincinho melakukan kesalahan, karena kurang kompak melakukan jebakan itu. Ibrahimovic akhirnya juga mencetak gol kedua, sebelum ditambah gol Dejan Stankovic dan Obina.
"Gol kedua juga berkat kesalahan kami. Kami kurang konsentrasi. Melawan tim sekelas Inter, minimnya konsentrasi dan konsistensi permainan bisa mendatangkan hukuman," jelas Spalletti.
"Jika ada yang membicarakan soal konsentrasi dan konsistensi, itulah yang kurang dari kami pada pertandingan itu. Inter sedang dalam bentuk permainan terbaik. Mereka mampu menguasai pertarungan. Mereka selalu bergerak mengejar bola dan bagus dalam melakukan serangan balik," pujinya.
Spalletti juga menjelaskan, permainan kedua tim sangat cepat dan ketat, "Ketika pertandingan berjalan ketat, kadang memang sulit memanfaatkan peluang menjadi gol. Hasil yang baik akan memengaruhi psikologi dan bisa mengantar terjadinya gol."
Tentang tampilnya kembali kapten tim Francesco Totti, setelah sebulan absen, menurutnya cukup bagus. "Totti melakukan permainan dengan baik. Tapi, tetap saja kami kurang konsisten dan solid," keluhnya.
Klub berjuluk I Gialorossi ini mengalami penurunan berarti dibanding prestasinya musim lalu. Pada musim 2007-08, Roma hanya kalah 4 kali sepanjang musim. Kini, dalam 7 pertandingan mereka sudah kalah 4 kali.
"Kami harus bisa belajar dari kekalahan dan mencoba mengatasi masalah. Selain itu, kami harus mampu tampil lebih baik. Kualitas permainan harus ditingkatkan. Tapi, isu utama di Roma sebenarnya masalah konsistensi," tegasnya. (CH4)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang