JAKARTA, SENIN - Dalam pemilihan presiden 2009 mendatang Partai Golkar tidak ingin ada penumpang gelap yang ikut maju seperti halnya dalam pemilu 2004 lalu.
Hal itu ditegaskan Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla, menjawab pers seusai peringatan Ulang Tahun ke-44 Partai Golkar di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Jakarta, Senin (20/10).
Jusuf Kalla tidak menyebut nama siapa yang dimaksud dengan penumpang gelap tersebut. Namun, dari catatan Kompas, pada pemilu 2004 lalu, hasil konvensi Partai Golkar memenangkan Jenderal (purn) Wiranto sebagai calon Presiden dari Partai. Kini Wiranto hengkang dari Golkar dan mendirikan partai baru, Partai Hanura.
"Kita tidak akan pilih lagi penumpang gelap kayak dulu. Tiba-tiba ada orang di tengah jalan naik kendaraan kita yang sudah setengah mati kita bina ini. Karena itu, kita tidak mau begitu lagi," tegas Kalla.
Menurut dia, banyak kader-kader partai Golkar yang sudah bekerja keras dan kinerjanya baik selama ini. "Baik itu dilihat dari track rekord-nya. Jangan seperti pilkada. Ada kebijakan yang tidak benar, tapi dilaksanakan oleh pengurus daerah," terang Kalla.
Dalam kesempatan yang sama Kalla juga menegaskan, ternyata dirinya dan Menteri Perindustrian Fahmi Idris, adalah orang-orang yang tergolong pertama di Partai Golkar. "Fahmi
tahun 1964. Saya sejak tahun 1965. Jadi kita yang paling lama dan mengetahui situasi," ujar Kalla yang juga wakil presiden.