Kalla: Golkar Jangan Sampai Pilih Penumpang Gelap

Kompas.com - 20/10/2008, 12:01 WIB

JAKARTA, SENIN - Dalam pemilihan presiden 2009 mendatang Partai Golkar tidak ingin ada penumpang gelap yang ikut maju seperti halnya dalam pemilu 2004 lalu.

Hal itu ditegaskan Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla, menjawab pers seusai peringatan Ulang Tahun ke-44 Partai Golkar di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Jakarta, Senin (20/10).

Jusuf Kalla tidak menyebut nama siapa yang dimaksud dengan penumpang gelap tersebut. Namun, dari catatan Kompas, pada pemilu 2004 lalu, hasil konvensi Partai Golkar memenangkan Jenderal (purn) Wiranto sebagai calon Presiden dari Partai. Kini Wiranto hengkang dari Golkar dan mendirikan partai baru, Partai Hanura.

"Kita tidak akan pilih lagi penumpang gelap kayak dulu. Tiba-tiba ada orang di tengah jalan naik kendaraan kita yang sudah setengah mati kita bina ini. Karena itu, kita tidak mau begitu lagi," tegas Kalla.

Menurut dia, banyak kader-kader partai Golkar yang sudah bekerja keras dan kinerjanya baik selama ini. "Baik itu dilihat dari track rekord-nya. Jangan seperti pilkada. Ada kebijakan  yang tidak benar, tapi dilaksanakan oleh pengurus daerah," terang Kalla.

Dalam kesempatan yang sama Kalla juga menegaskan, ternyata dirinya dan Menteri Perindustrian Fahmi Idris, adalah orang-orang yang tergolong pertama di Partai Golkar. "Fahmi
tahun 1964. Saya sejak tahun 1965. Jadi kita yang paling lama dan mengetahui situasi," ujar Kalla yang juga wakil presiden.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau