Orangtua Ryan Bikin Buku

Kompas.com - 20/10/2008, 13:37 WIB

JAKARTA, SENIN - Kasiyatun (56) terlihat lelah. Wajahnya menatap lurus ke sebuah gedung kokoh berlantai 3 di Polda Metro Jaya. Gedung yang terletak di bagian belakang kompleks Polda Metro Jaya itu adalah ruang tahanan narkoba. Di tempat itulah anak kandungnya, Ryan, dibui karena menjadi tersangka pembunuhan sadis 10 orang dan pemutilasi.

Sesekali dia terkejut bila ada mobil yang melintas di hadapannya. "Itu mobil yang bawa anak saya bukan...?" ujar Kasiyatun bertanya ke Warta Kota.

Sore itu, hati Kasiyatun sedang gundah. Maklumlah, sudah hampir tiga jam dia menunggu kedatangan anaknya Very Idham Henyansyah alias Ryan (30), pelaku mutilasi Heri Santoso, dan pembunuh berantai 10 orang di Jombang.

Tiga plastik besar berisi makanan dan pakaian yang akan diberikan Ryan kembali menjalani pemeriksaan tambahan yang dilakukan penyidik dari Satuan Reserse Jatanras Polda Metro Jaya.

Ryan didampingi pengacaranya, Kasman Sangaji. Kasiyatun datang seorang diri ke Polda Metro Jaya, khusus untuk membesuk anaknya setelah Hari Raya Idul Fitri 1429 H. "Saya kesini diantar staf Bang Anton Medan," ujar Kasiyatun membuka ceritanya.

Mengenakan jilbab hijau dipadu pakaian muslim dengan warna senada, Kasiyatun mengaku sudah menyiapkan tulisan tangan untuk dituangkan menjadi sebuah buku. Tulisan tangan dibuat Kasiyatun berisi cerita perjalanan hidup Ryan sejak ia dalam kandungan hingga dilahirkan. "Tulisannya sudah jadi, tinggal dibukukan saja. Isinya perjalanan hidup Ryan mulai dari kecil sampai seperti saat ini," ujarnya.

Perjalanan hidup Ryan sengaja dia tuangkan menjadi buku untuk bisa dijadikan renungan bagi seluruh orangtua di mana pun. "Mungkin tidak ada orang tua yang berharap anaknya menjadi seperti Ryan," ucapnya dengan mimik sedih.

Wanita yang sehari-harinya berbisnis jual beli pakaian ini benar-benar serius untuk merampungkan tulisannya. Bahkan, wanita berkacamata ini sudah menyiapkan judul bukunya. "Judulnya, Jeritan Hati Seorang Ibu...," katanya.

Ia berharap, setelah seluruh tulisannya rampung, secepatnya bisa dibukukan. Dia kini sedang menunggu ada pihak yang mau menjadi sponsor bukunya itu. "Tinggal sedikit lagi. Pokoknya kalau baca tulisan saya pasti nangis," ujar Kasiyatun mencoba berpromosi. (Warta Kota/wid)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau