Mengapa Harus Melawan RUU Pornografi?

Kompas.com - 20/10/2008, 15:00 WIB

JAKARTA, SENIN - Mengapa harus melawan Rancangan Undang-undang (RUU) Pornografi? Demikian pertanyaan yang dilemparkan oleh pengamat politik Universitas Paramadina Yudi Latief dalam diskusi bertajuk "RUU Pornografi: Sebuah Tinjauan Kritis Perspektif Hukum, Demokrasi Politik dan Sosial Budaya" yang diselenggarakan oleh Komnas Perempuan di Jakarta, Senin (20/10).

Menurut Yudi, pertanyaan ini wajar dilontarkan mengingat sifat pembahasan dan rencana pengesahan RUU ini rentan melanggar konstitusi terkait dengan teori yang disebut Ontologi. Teori ini menyebutkan pemerintah tak boleh mengeluarkan UU yang berdasar pada ketidakpercayaan pemerintah terhadap rakyat bahwa rakyat tak dapat mengatur dirinya sendiri dan mengelola kebebasan berekspresinya.

"Arti kebebasan di sini sebenarnya juga positif, bukan negatif," ujar Yudi.

Alasan kedua, tutur Yudi, meski UU ini didesain melalui prosedur demokrasi di antara wakil rakyat namun UU ini justru berpotensi untuk menghancurkan demokrasi. UU seperti  itu tidak boleh dikeluarkan. Yudi juga mencatat terlalu banyak pengecualian, sekitar 14 pasal, yang terdapat dalam RUU ini.

Bagi Yudi, pengecualian ini justru sebuah diskriminasi terhadap pihak-pihak atau unsur-unsur yang diatur. "RUU ini harusnya bisa diberlakukan bagi semua warga negara. Ketika kemudian ada pengecualian berarti yang dkecualikan itu justru eksklusif. Ada prosers othering. Kalau ini berlangsung, ini sudah bertentangan dengan konstitusi kita," tandas Yudi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau