Buy Back Saham Efektif Kendurkan Kepanikan

Kompas.com - 20/10/2008, 17:19 WIB

JAKARTA, SENIN - Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil membantah langkah sekitar 11 BUMN melakukan program pembelian kembali (buy back) saham BUMN yang diperdagangkan di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) demi mencegah kejatuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) ke level lebih dalam tidak efektif. "Kita hijau juga tadi," jawab Menneg BUMN Sofyan Djalil, Senin (20/10), ketika ditanya tentang tidak efektifnya program buy back saham yang digenjot pemerintah.

Menurut Sofyan, langkah buy back saham BUMN tidak dimaksudkan untuk melawan pasar. Buy back saham justru ingin memberi kesan kepada publik bahwa saham-saham BUMN kinclong. "Tapi tentu kita tidak agresif," ujarnya.

Sofyan menjelaskan, ada aturan perihal buy back saham oleh 11 BUMN di Tanah Air. Ketentuan buy back yang diperlonggar tertuang pada Peraturan Bapepam-LK No. XI.B.3 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik Dalam Kondisi Pasar Yang Berpotensi Krisis. Tidak hanya itu, aturan buy back diperlonggar dari maksimal hanya 10 persen total saham yang beredar menjadi hinga 20 persen, dan tanpa harus menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

"Kemudian ada aturannya kalau harga hari ini lebih baik dari kemarin, kita tidak boleh beli. Baru boleh beli kalau harga hari ini lebih buruk dari kemarin. Kita tidak akan menekan pasar," terangnya.

Menurut catatan, BUMN yang telah menyatakan siap untuk mengikuti program tersebut yaitu Bank Mandiri, Bank BNI, Jasa Marga, Aneka Tambang, Timah, PGN, Semen Gresik, Tambang Batubara Bukit Asam, Adhi Karya. Adapun Telkom yang sebelumnya juga telah melakukan program buyback, juga ikut mendukung aksi buy back bersama BUMN lainnya.

Sofyan menambahkan, program buy back saham juga diperuntukkan untuk meredam kepanikan di perdagangan saham.

"Investor asing menjual motifnya ada dua yakni karena peluang, dan kedua kadang-kadang mempengaruhi harga. Nah, orang kita ikut-ikutan karena tidak tahu apa yang terjadi. Dengan adanya buy back kita mengharap orang yang ikut-ikutan terhindar," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau