Jakarta tidak akan bebas banjir meski Banjir Kanal Timur (BKT) selesai dibangun. Selain BKT, Jakarta butuh puluhan polder, waduk serta perlu melakukan normalisasi sungai. Namun upaya normalisasi sungai dan pembangunan polder butuh dana besar, sedikitnya Rp 22 triliun.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto, mengemukakan hal itu di Balaikota, Senin (20/10), saat memaparkan konsep penanggulangan banjir di Jakarta kepada wartawan. Konsep itu, kata dia, telah dipaparkan kepada anggota Komisi VII DPR RI.
Prijanto mendata sejumlah hal yang menyebabkan Jakarta rawan banjir, yaitu permukaan tanah (sekitar 40 persen dari luas wilayah) yang lebih rendah dari permukaan laut, populasi penduduk yang padat (saat ini sekitar 9,5 juta jiwa dengan tingkat kepadatan 13.000 - 15.000 orang per kilometer), 13 sungai yang melewati Jakarta, terjadi penurunan permukaan tanah (diperkirakan akan mencapai 8-12 cm pada tahun 2025), naiknya permukaan air laut (diprediksi mencapai 80-120 cm pada tahun 2025), curah hujan di atas normal, dan perilaku masyarakat yang suka buang sampah ke sungai serta menempati bantaran sungai.
Untuk mengatasi persoalan banjir yang mengancam Jakarta saban tahun itu, pembangunan BKT saja tidak cukup. BKT hanya akan menerima air dari lima aliran sungai yaitu Kali Cipinang, Kali Sunter, Kali Buaran, Kali Jati Kramat, dan Kali Cakung. "Jadi, meski sudah ada BKT tidak berarti wilayah di selatan dan di utara BKT dengan sendirinya akan bebas bajir. Daerah Kelapa Gading misalnya, masih perlu bangun polder," katanya.
Dalam hitungan yang dilakukan Prijanto, untuk normalisasi sungai perlu dana Rp 16 trilun, sementara untuk pembangun polder dan waduk masing-masing butuh dana Rp 4 triliun dan Rp 2 triliun.
Meski telah menentukan target waktu tahun 2012 pembangunan polder, waduk dan normalisasi sungai selesai dikerjakan, Prijanto dalam konsepnya itu tidak secara jelas menyebutkan tahapan pembangunan atau pengerjaan proyek tersebut.
Sementara itu, untuk mengatasi banjir jangka pendek, ia mengatakan, "Paling banter kita melakukan kerukan. Kita juga akan menyiagakan posko-posko di daerah rawan banjir."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang