Pertamina Cari Pinjaman 200 Juta Dollar AS

Kompas.com - 21/10/2008, 10:13 WIB

JAKARTA, SELASA - PT Pertamina (Persero) tengah mencari pinjaman proyek pengembangan panas bumi senilai 200 juta dollar AS. Demikian Dirut PT Pertamina Geothermal Energi Abadi Poernomo sebelum simposium panas bumi di Jakarta, Selasa (21/10).
    
Ia mengatakan, pinjaman tersebut untuk membiayai setidaknya enam proyek panas bumi. "Sejumlah bank dan lembaga keuangan sudah menyatakan minatnya di antaranya Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB) dan Jepang," katanya.
    
Namun, lanjutnya, menyusul krisis finansial global sekarang ini, pihaknya mengkaji lagi nilai pinjamannya. "Sementara ini, kami gunakan dana sendiri untuk membiayai proyek," katanya.

Abadi juga mengatakan, pihaknya akan mengupayakan mengajukan pinjaman karbon untuk mendanai proyek tersebut.

Keenam proyek panas bumi tersebut yang terdiri atas Kamojang, Lahendong, Sibayak, Ulubelu, Lumut Balai, dan Hulu Lais, merupakan bagian target pengembangan panas bumi tahun 2014 sebesar 1.092 MW.

Saat ini, panas bumi Pertamina baru memiliki kapasitas 272 MW yang terdiri atas Kamojang 200 MW, Lahendong 60 MW, dan Sibayak 12 MW.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau