JAKARTA, SELASA - PT Pertamina (Persero) tengah mencari pinjaman proyek pengembangan panas bumi senilai 200 juta dollar AS. Demikian Dirut PT Pertamina Geothermal Energi Abadi Poernomo sebelum simposium panas bumi di Jakarta, Selasa (21/10).
Ia mengatakan, pinjaman tersebut untuk membiayai setidaknya enam proyek panas bumi. "Sejumlah bank dan lembaga keuangan sudah menyatakan minatnya di antaranya Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB) dan Jepang," katanya.
Namun, lanjutnya, menyusul krisis finansial global sekarang ini, pihaknya mengkaji lagi nilai pinjamannya. "Sementara ini, kami gunakan dana sendiri untuk membiayai proyek," katanya.
Abadi juga mengatakan, pihaknya akan mengupayakan mengajukan pinjaman karbon untuk mendanai proyek tersebut.
Keenam proyek panas bumi tersebut yang terdiri atas Kamojang, Lahendong, Sibayak, Ulubelu, Lumut Balai, dan Hulu Lais, merupakan bagian target pengembangan panas bumi tahun 2014 sebesar 1.092 MW.
Saat ini, panas bumi Pertamina baru memiliki kapasitas 272 MW yang terdiri atas Kamojang 200 MW, Lahendong 60 MW, dan Sibayak 12 MW.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang