SURABAYA, SELASA - Badan Perencanaan Pembangunan Provinsi Jawa Timur mengklaim anggaran pendidikan Jatim pada 2009 mencapai Rp 1,1 triliun. Anggaran itu disebar ke berbagai instansi dengan alasan fungsi pendidikan diemban beberapa instansi.
Kepala Bappeprov Jatim Hadi Prasetyo mengatakan, fungsi pendidikan tidak hanya diemban Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jatim. Karena itu, Dinas Pendidikan hanya diusulkan mendapatkan anggaran Rp 357 miliar.
"Sisanya disebar ke berbagai instansi dan disalurkan ke kabupaten/kota sebagai dana perimbangan," ujarnya di Surabaya, Selasa (21/10).
Sebagian anggaran akan dipakai untuk mendanai pendidikan masyarakat di dinas-dinas lain. Fungsi pendidikan masyarakat itu antara lain berbentuk pelatihan bagi pemuda, petani, dan peternak di Dinas Kehutanan dan Dinas Pertanian. "Itu pendidikan juga dan layak didanai pemerintah," ujarnya.
Selain alasan fungsi pendidikan, peyebaran anggaran juga didasari alasan untuk menghindari penganggaran ganda. Jangan sampai salah satu sektor sejenis dianggarkan oleh beberapa satuan perangkat kerja.
"SMP misalnya jadi kewenangan Dinas Pendidikan kabupaten/kota. Jadi, dana bantuan SMP tidak diurus Dinas Pendidikan provinsi. Dana itu dikelola Biro Keuangan provinsi lalu diteruskan ke pemerintah daerah," ungkapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang