Ekspor Belum Terganggu Krisis, Impor Harus Dikurangi

Kompas.com - 21/10/2008, 14:02 WIB

JAKARTA, SELASA — Indonesia harus mulai mengurangi impor sebagai penghematan pengeluaran pada masa krisis ini. "Indonesia harus mengurangi impor untuk menghemat pengeluaran pada masa krisis," tutur ekonom Bank Dunia, Scamsu Rahardja, di Jakarta, Selasa (21/10).

Ia menjelaskan, dampak krisis finansial global ini, banyak negara yang akan berlomba untuk melakukan ekspor sebanyak-banyaknya daripada melakukan impor.

Menurut Scamsu, ekspor Indonesia sendiri sampai akhir tahun 2008 tidak akan banyak terpengaruh oleh krisis karena semua order ekspor masih mengacu pada perjanjian awal tahun. "Imbas krisis global baru akan dirasakan pengusaha Indonesia pada Maret sampai April 2009. Sebab, perjanjian order baru akan dilaksanan Januari 2009," katanya.

Scamsu mengakui, biasanya pada Oktober memang sudah ada pembicaraan order baru, tetapi karena kondisi yang masih belum pasti, sampai saat ini belum membicarakan tentang order ekspor. "Para eksportir juga masih menunggu kesempatan recovery krisis global ini untuk kembali melakukan order," tutur Scamsu.

Untuk recovery tersebut, pria paruh baya itu belum berani berkomentar lebih lanjut. "Bisa saja pertengahan 2009 atau bisa juga awal 2010 karena krisis ini menyangkut seluruh negara di dunia," kata Scamsu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau