JAKARTA, SELASA — Konsorsium peleburan timah gurem terancam gulung tikar gara-gara harga timah anjlok. Seperti dikatakan Ketua Konsorsium Patris Lumumba, Selasa (21/10), rombongannya yang terdiri atas tujuh perusahaan berbasis di Bangka Belitung sudah menutup usaha. Konsorsium itu menamakan diri Bangka Belitung Timah Sejahtera.
Pada masa krisis finansial global seperti ini, harga timah cuma di angka 18.000 dollar per metrik ton. Padahal, pada Mei harga timah nangkring di posisi 25.500 dollar AS per metrik ton. Ironisnya, pada Senin harga timah merosot lagi di barisan 12.900 dollar AS per metrik ton. Ini harga terendah sejak Februari tahun lalu.
Secara bersama, kapasitas konsorsium sebulan mencapai 5.000 ton batang timah. Produk aktual kini cuma sekitar 3.000 ton, imbuh Lumumba.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang