JAKARTA, SELASA - Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa meminta anggota dewan mempersiapkan terlebih dulu opsi-opsi voting sebelum paripurna Selasa depan yang membahas RUU Pilpres, jika pada akhirnya lobby formal maupun informal selama seminggu ini tidak kunjung menghasilkan titik temu.
"Kalaupun tidak tercapai kesepakatan, opsi untuk voting itu seharusnya sudah terumuskan sehingga nanti jelas apa yang akan divoting," ujar Hatta usai mengikuti paripurna, Selasa (21/10).
Namun demikian pemerintah tetap mengharapkan pansus memanfaatkan pertemuan besok malam, Rabu (22/10) sebagai kesempatan terakhir lobby untuk mencapai kata sepakat.
Hatta berpendapat, meski salah satu opsi bisa berupa rumusan pemerintah, namun pemerintah tak akan memaksakan opsinya untuk masuk dalam keputusan RUU ini. "Itu diserahkan pada fraksi-fraksi seperti apa, karena yang voting itu kan mereka. Pemerintah kan gak ikut voting," ujar Hatta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang