SURABAYA,RABU-Orangtua Joni Krisnanto, salah satu tersangka pembunuhan Fausin Suyanto, bungkam kepada wartawan yang menemui di rumahnya di Desa Karangpakis, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, Selasa (21/10). Rumah keluarga Joni tertutup rapat. Namun demikian, Sujinah, ibunda Joni, berhasil ditemui wartawan melalui pintu belakang rumahnya.
Sayangnya perempuan yang bekerja sebagai buruh tani itu, tak mengeluarkan sepatah kata pun saat dimintai komentar mengenai status anaknya yang kini ditahan di Markas Polda Jatim itu.
Perempuan berusia 50 tahun itu berlari menghindari kejaran wartawan yang seharian menunggu di depan rumah tersebut. Namun dari raut mukanya terlihat Sujinah terpukul dengan penangkapan anaknya itu. Sedangkan Sukarji, ayah Joni, tidak tampak sama sekali di rumah sederhana itu.
Kepala Desa Karangpakis, Suaskar Arif, menilai selama ini Joni merupakan pemuda berkelakuan baik sehingga dia tak menyangka jika sampai melakukan perbuatan pembunuhan yang mayat korbannya dibuang ke kebun tebu Desa Brakan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang yang hanya berjarak sekitar dua kilometer dari Karangpakis.
"Di mata warga, dia pemuda baik-baik dan selama ini belum pernah terlibat tindak kejahatan. Makanya, kami tak menyangka jika dia bisa berbuat sadis seperti itu," katanya menuturkan.
Warga mengetahui hubungan antara Joni dengan Rudi Hartono alias Rangga adalah teman akrab karena keduanya pernah satu sekolah, dan kedua orangtua mereka tinggal sekampung.
Meski memiliki hubungan dekat dengan Rudi, Joni dikenal sebagai lelaki normal. Berbeda dengan Rudi yang gay atau menyukai sesama jenis. Joni disebut-sebut sebagai kekasih Rangga.
Joni ditetapkan sebagai tersangka karena diduga mengetahui pembunuhan yang dilakukan Rudi terhadap Fauzin pada 21 September 2007 silam di kebun tebu Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo.
Penemuan mayat Fausin pada 29 September lantas menjadi awal dari berlikunya kasus pembunuhan yang menyeret Imam Khambali alias Kemat, Devid Eko Priyanto dan Maman Sugianto alias Sugik.
Awalnya, polisi menganggap bahwa mayat di kebun tebu itu sebagai Moch Asrori, warga Kalangsemanding, Kec. Perak, Jombang. Kemudian ditangkaplah Kemat, Devid dan Sugik. Karena dianggap pelaku pembunuhan Asrori, Kemat dan Devid telah divonis masing-masing 17 dan 12 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Jombang pada 8 Mei 2008 lalu. Sedangkan Sugik saat ini masih menjalani persidangan untuk kasus serupa.
Namun, hasil dua tes DNA kepolisian menunjukkan bahwa mayat di kebun tebu itu adalah Fausin, dan mayat Asrori yang sesungguhnya adalah yang dibunuh Feri Idham Henyansah alias Ryan (si pembunuh berantai). Mayat Asrori dikubur Ryan di belakang rumahnya di Tembelang, Jombang.
Polisi lantas mengarahkan penyelidikan ke siapa pembunuh Fausin. Pada 18 Oktober lalu polisi mengungkap temuan baru yang makin menguatkan bahwa Kemat cs bukanlah pembunuh. Itu setelah diciduknya Rangga dan Joni sebagai tersangka pembunuh Fausin.
Dugaan adanya perencanaan dalam pembunuhan Fausin membuat polisi berupaya mengungkap pelaku-pelaku lain selain Rangga dan Joni.
Tiga teman Rangga yakni Rochman, Indra dan Avin kini menjadi buruan Polda Jatim. Sumber dari Polda Jatim mengungkapkan, ketiga orang ini (Rochman cs) diduga mengetahui rencana pembunuhan tersebut.
Bahkan Indra (kakak ipar Rangga) terlibat langsung dalam perencanaan pembunuhan tersebut. “Perencanaan pembunuhan dilakukan pada tanggal 14 September 2007 pukul 15.00 saat Rangga dan Joni berada di rumah Indra di Desa Dayu, Purwoasri, Kediri,” terang sumber Surya yang enggan menyebutkan namanya, Selasa (21/10)
Indra juga diduga melindungi Rangga. Sebab, pada 27 September 2007 sekitar pukul 15.00 WIB atau enam hari setelah pembunuhan, Indra kembali didatangi Rangga dan Joni. Keduanya datang dengan mengendarai motor Supra Fit milik Fausin.
Kepada Indra, Rangga mengaku telah membunuh dan mengambil barang milik Fauzin. “Mendengar pernyataan itu, Indra diam saja dan tidak berupaya melaporkan ke polisi,” terang sumber tersebut.
Keterlibatan Indra lainnya tampak dari SMS yang dikirimkan Indra ke Joni tanggal 29 September 2007 pukul 15.30. Saat itu Joni diminta Indra datang ke rumahnya karena Rangga pingsan setelah diberitahu tentang penemuan mayat di kebun tebu.
“Melalui ponselnya Indra juga sempat mewanti-wanti Joni untuk tidak bilang ke siapa-siapa,” ungkap sumber ini. Selain Indra, Rochman dan Avin juga diduga mengetahui rencana pembunuhan tersebut. Rochman dan Avin sempat bertemu dengan Rangga beberapa jam sebelum pembunuhan 21 September 2007.
Pertemuan dilakukan di rumah Avin. “Bahkan saat itu mereka sempat mewanti-wanti Rangga untuk hati-hati (dalam melakukan pembunuhan Fausin),” imbuhnya. “Keterlibatan ketiga teman Rangga ini sudah sangat jelas, kini polisi masih memburunya,” tukas sumber ini.uus/ant
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang