JAKARTA, RABU - PT Gajah Tunggal (GJTL) mengungkapkan pihaknya tidak terlalu terburu-buru masuk ke pasar uang dalam mencari pendanaan karena kondisi perekonomian global yang masih bergejolak.
Direktur GJTL Kisyuwono, dalam keterbukaan informasinya, Rabu (22/10) mengatakan, pihaknya masih mencari alternatif pendanaan untuk melunasi obligasinya, namun tidak terburu-buru karena jatuh temponya pada 2010.
"Perseroan tidak terlalu terburu-buru masuk ke pasar uang dalam mencari sumber pendanaan, mengingat jatuh tempo utang obligasi masih relatif lama," katanya.
Kisyuwono menyebutkan bahwa perseroan memiliki saldo utang obligasi yang diterbitkan di pasar internasional melalui anak perusahaannya senilai 420 juta dollar AS dengan tingkat suku bunga 10,25 persen.
Ia membantah tentang pemberitaan bahwa pihaknya menyiapkan dana 325 juta dollar AS untuk melunasi utang obligasinya. "Untuk melunasi obligasi adalah tidak benar, dan media cetak itu salah dalam menyimpulkan informasi kami," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang