Alternatif Remittance System Rawan Digunakan Teroris

Kompas.com - 22/10/2008, 12:43 WIB

JAKARTA,RABU - Pengiriman uang alternatif (alternatif remittance system/ARS) dan pengiriman uang secara elektronik (wired transfer) diindikasikan masih menjadi sarana para pelaku kejahatan semisal aksi pencucian uang (money laundering) dan penggalian pendanaan untuk aksi terorisme.

Hal itu terungkap dalam konferemsi pers APEC Seminar on Securing Remittance and Cross Borders Payment from Terorist Use, yang diadakan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bekerja sama dengan Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) di Jakarta, Rabu (22/10).

Menurut Public Relation PPATK M Natsir Kongah MS dalam perkembangannya, jasa alternatif pengiriman uang dapat disalahgunakan karena ARS tidak terdeteksi dalam sistem keuangan.

Dari data yang dikeluarkan oleh APEC, Indonesia menduduki peringkat keempat dari lima besar pengiriman atau penerimaan uang ke dalam negeri, dibawah China, Meksiko dan Filipina. "Pada tahun 2006 jumlah pengiriman yang masuk ke Indonesia setara dengan 1,6 persen GDP," kata Natsir.

Sedangkan, dari mulai 2002 jumlah penerimaan uang yang masuk terus meningkat  dimana pada 2002, jumlah uang yang masuk ke Indonesia sebanyak 1,259 juta dollar AS. Untuk 2003 mencapai 1,489 juta dollar AS. 2004 sebanyak 1,865 juta dollar AS, 2005 sejumlah 5,419 juta dollar AS. Dan 2006 berrtambahn menjadi 5,722 juta dollar AS. Sedangkan pada tahun lalu jumlahnya meningkat lagi menjadi 6 juta dollar AS.

Nantinya, diharapkan hasil dari seminar tersebut dapat membuahkan pemahaman yang lebih komprehensif bagi instansi terkait yang ada di Indonesia. Seperti kepolisian, kejaksaan, bea cukai maupun imigrasi. "Selain itu juga seminar ini untuk mendukung tugas dan fungsi PPATK sebagai financial intelegence unit," terang Natsir.

Seminar 2 hari ini diikuti oleh 100 peserta baik yang berasal dari instansi terkait di Indonesia maupun perwakilan dari negara anggota APEC.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau