Pisau Ryan Ternyata Dipinjam dari Kantin Apartemen

Kompas.com - 22/10/2008, 16:07 WIB

JAKARTA, RABU — Untuk memutilasi tubuh Heri Santoso, terdakwa Very Idham Henyansyah alias Ryan ternyata meminjam pisau dari pedagang kantin di foodcourt Apartemen Margonda. Kepada Amiati, pedagang itu, Ryan mengaku akan menggunakan pisau sepanjang 20 cm itu untuk memasak daging.

"Ryan bilang pisaunya untuk masak daging. Dia tanya ke saya pisaunya tajam enggak? Saya jawab tajam," kata Amiati ketika bersaksi di Pengadilan Negeri Depok untuk terdakwa Novel Andrias. Novel adalah pasangan gay Ryan yang didakwa ikut menikmati hasil kejahatan Ryan. Dia bersama Ryan berbelanja menggunakan kartu kredit milik korban Heri Santoso.

Menurut Amiati, pisau itu dipinjam Ryan pada tanggal 11 Juli malam atau tepat bersamaan dengan pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan Ryan.

Ketika ditanya JPU apakah tak curiga Ryan bilang mau memasak daging malam-malam, Amiati mengatakan dirinya tak curiga sama sekali.

Setelah kejadian itu, kata Amiati, pisau tak kunjung dikembalikan oleh Ryan sehingga dia menanyakannya kepada Ryan lewat ponselnya.

"Mas Ryan bilang, 'Sory Mi, terbawa. Nanti akan saya ganti'. Kebetulan besok saya mau main ke apartemen'," ujar Amiati.

Amiati yang terlihat grogi hanya memberikan keterangan dalam sidang Novel selama 15 menit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau