Pemerintah Sangkal Berpihak pada Bakrie

Kompas.com - 22/10/2008, 17:14 WIB

JAKARTA, RABU - Pemerintah menyangkal berpihak kepada kelompok usaha Bakrie menyusul penghentian sementara perdagangan saham (suspensi) PT BUMI Resources (BUMI) milik kelompok usaha Bakrie di Bursa Efek Jakarta.

"Tidak. Kita tidak ada urusan spresifik dengan satu perusahaan, kita kan urusan emiten. Mereka (Bakrie) lagi cari resolusi terhadap grup mereka," kata Kepala Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Fuad Rahmany, di DPR, Jakarta, Rabu (22/10).

Fuad mencontohkan, beberapa waktu lalu otoritas BEI melakukan suspensi terhadap saham Bank InternasionaI Indonesia (BII) karena transaksi Maybank dengan Temasek. Saat itu, tuturnya, suspensi berlangsung cukup lama. "Kita suspend juga. Jadi itu tidak ada keberpihakan sama sekali," kata Fuad.

Suspensi terhadap saham BUMI dilakukan karena hingga kini BUMI belum melaporkan mengenai aksi korporasi yang akan dilakukan. Sesuai Standard Operation Procedur di BEI, emiten yang ingin melakukan aksi korporasi harus melakukan penjelasan yang cukup. Karena hal itu belum dilakukan BUMI, kata Fuad, maka saham otoritas BEI melakukan suspensi terhadap saham mereka.

"Itu standar bursa. Mereka harus menjelaskan yang cukup material. Kalau belum, memang harus di- suspend sampai jelas. Kalau tidak, nanti tidak jelas harga dimana," tutur Fuad.

Kendati tidak ada batasan sampai kapan aksi korporasi dilakukan, Fuad menyatakan, agar Bakrie harus segera memberi penjelasan atas aksinya tersebut. "Kita juga tidak bisa paksa dong, kita juga harus mengerti namanya bisnis memangnya mereka bisa cepat. Dalam kondisi market sekarang ini susah mencari likuiditas jadi tidak gampang," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau