Prebiotik Perkuat Buah Hati

Kompas.com - 22/10/2008, 19:29 WIB

ADA banyak cara yang dapat dipilih untuk memperkuat kekebalan tubuh anak. Salah satu yang dapat dipertimbangkan adalah memberi makanan mengandung prebiotik. Selain sangat aman, prebiotik dapat menumbuhkan bakteri baik pada sistem pencernaan dan mencegah timbulnya alergi pada anak.

Prebiotik dikenal sebagai bahan makanan yang dapat mendukung tumbuh kembangnya bakteri menguntungkan dalam sistem pencernaan. Sedangkan proboitik sendiri adalah kuman atau bakteri menguntungkan yang hidup di sistem pencernaan dan berfungsi menjaga kekebalan tubuh.

"Jadi prebiotik itu adalah makanan untuk kuman yang berfaedah atau yang disebut probiotik.  Jangan sampai probiotik jumlahnya menurun di dalam tubuh. Oleh sebab itu, mengonsumsi prebiotik sangat baik dalam memperkuat kekebalan terutama dalam saluran cerna. Praktis, bila kekebalan saluran cerna baik, kekebalan tubuh secara umum juga akan baik," ungkap Dr Zakiudin Munasir, Sp. A (K), Ketua Divisi Alergi Imunologi, Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM, di Jakarta, Rabu (22/10).

Selain berfungsi memelihara bakteri baik, prebiotik juga secara tidak langsung mampu menyeimbangkan sistem kekebalan tubuh sekaligus menekan risiko alergi. Dr Zakiudin menjelaskan, suplai prebiotik yang cukup akan membuat pertumbuhan bakteri menguntungkan lebih baik. Dengan kondisi ini, keseimbangan antara sel limfosit T-helper yang berperan dalam merespon alergi dan infeksi juga akan tercapai.

"Artinya, infeksi dan alergi akan seimbang. Dengan kekebalan tubuh yang baik, alergi pun bisa ditekan. Memang bakteri probiotik itu akan berkembang dengan baik kalau ada makanan (prebiotik) yang cukup.  Dengan kata lain kuman-kuman (probiotik) ini berfungsi sebagai imunomodulator yang menyeimbangkan sistem kekebalan tubuh.," paparnya.

Sumber prebiotik lanjut Zakiudin dapat diperoleh dari berbagai jenis makanan dan buah-buahan. Sumber dari makanan alami seperti gandum, bawang, pisang , bawang putih, madu, dan kacang-kacangan. Ada pula yang dalam bentuk lain atau ditambahkan dalam susu formula.

"Salah satunya adalah pisang, selain buah ini juga kaya akan kalium.  Tetapi kan anak tidak bisa terus diberi pisang, tentu harus mendapatkan dari sumber yang lain," ujarnya.

Sementara itu, Medical Marketing Manager Nutricia, Dr Ashari Fitriyansyah  menyatakan bahwa penambahan prebiotik FOS (frukto oligosakarida) dan GOS (galakto oligosakarida) dengan rasio 1: 9 dalam susu balita dapat memberi manfaat berarti bagi pertumbuhan dan kekebalan tubuh.

Hasil penelitian membuktikan komposisi prebiotik unik ini dapat memberi banyak keuntungan mulai dari meningkatkan pertumbuhan bakteri baik dan menekan yang buruk, menguatkan dinding saluran cerna dengan keasaman usus yang lebih rendah dan pola asam lemak rantai pendek,  menurunkan insiden infeksi seperti ISPA maupun diare dan membantu proses pembentukan feses yang lunak dan pergerakan saluran cerna yang baik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau