JAKARTA, RABU- Pasca penangkapan Wahyu dan kemudian empat orang lainnya, polisi saat ini sedang memburu dua orang lain yang diduga terkait dengan jaringan teroris.
Kedua orang yang tidak disebutkan namanya itu, menurut Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen (Pol) Sulistyo Ishak, diduga sudah melarikan diri ke luar Pulau Jawa. Untuk itu, polisi juga bergerak ke luar Jawa guna mengejar mereka.
Sedangkan mengenai orang-orang yang sudah ditangkap, kata Sulistyo, Rabu (22/10), adalah Rusli Mardhani alias Wahyu, Nurhasani alias Hasan, Imam Bashori alias Basar, Muntasir, dan Budiman.
Empat orang yang disebut terdahulu (Wahyu, Hasan, Basarm dan Muntasir) saat ini sedang dimintai keterangan di Mabes Polri, sedangkan Budiman masih dirawat di sebuah rumah sakit karena sakit tifus.
Sulistyo menduga, kelima orang yang dia sebut sebagai kelompok Plumpang, karena ditangkap di kawasan Kelapa Gading, tepatnya sekitar Plumpang, Jakarta Utara, pada hari Selasa lalu, itu berkait dengan berbagai kelompok radikal lain.
Dugaan itu didasarkan pada barang bukti rangkaian elektronik yang ditemukan di rumah kontrakan Wahyu, yang ternyata menyerupai rangkaian elektronik yang pernah ditemukan polisi di berbagai penggerebekan lain terkait berbagai kelompok tersebut. "Mirip dengan buatan Azahari," kata Sulistyo.
Pengamanan obyek vital
Berkait dengan dugaan bahwa Depo Pertamina Plumpang sebagai salah satu obyek vital yang akan menjadi sasaran kelompok Plumpang itu, Sulistyo menegaskan bahwa pengamanan obyek-obyek vital akan mendapat pengamanan lebih ketat.
Meski demikian, dia tidak menyebutkan pengetatan pengamanan seperti apa yang akan dilakukan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang