Mampukah ponsel G1 yang hari ini diluncurkan di Amerika Serikat menandingi pamor iPhone buatan Apple yang muncul secara fenomenal di AS? Reaksi ini sangat ditunggu- tunggu banyak pihak karena keberhasilannya bisa menjadi bahan perhitungan vendor lain dalam memproduksi ponsel high-end.
Ponsel G1 merupakan ponsel dengan sistem operasi open-source pertama yang dikembangkan Google dengan nama Android. Kehadirannya akan menjadi tantangan bagi sistem operasi lain yang sudah ada sebelumnya, seperti Mobile Windows, Symbian.
G1 yang diproduksi perusahaan pembuat PDA dari Taiwan, HTC, ternyata juga mendapat dukungan pembuat chipset khusus ponsel Qualcomm. Untuk mengoptimalkan peranti lunak Android pada G1 ditanamkan chipset MSM7201A, sebuah solusi chip tunggal dual-core yang menggabungkan kemampuan kecepatan pemrosesan data, hardware-accelerated multimedia, 3D graphics, dan built-in, koneksi mobile broadband multimode 3G untuk memperoleh pengalaman nirkabel yang optimal.
Dengan seluruh kemampuan yang telah dikembangkan ini, T-Mobile G1 mampu memperkaya pengalaman pengguna sekaligus mendukung aplikasi yang memungkinkan orang menjadikan telepon lebih dari sekadar kepribadian dan gaya hidup.
Layanan GPS berbasis lokasi akan meningkatkan Google’s StreetView dan Google Maps pada perangkat bergerak dan fungsi playback serta video streaming yang berkualitas tinggi mendukung layanan seperti YouTube. Kamera 3 megapixel mampu membaca barcode untuk aplikasi yang menampilkan perbandingan harga jual, mencari kajian, dan menyimpan daftar belanja.
Pihak Qualcomm juga bekerja sama dengan OEM lain untuk mengembangkan handset berplatform Android serta berupaya memperluas ekosistem nirkabel untuk memenuhi tuntutan populasi yang memiliki mobilitas tinggi yang terus berkembang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang