Mourinho Tetap Bersedih

Kompas.com - 23/10/2008, 05:06 WIB

MILAN, KAMIS - Tidak ada kegembiraan di wajah Jose Mourinho ketika ia diwawancarai usai menang 1-0 atas Anorthosis. Ia menyebut permainan Inter kurang bagus, pun banyak pemain cedera.

Salah satu pemain yang cedera adalah Esteban Cambiasso. Gelandang Argentina itu akhirnya digantikan di akhir babak kedua. Mourinho menilai cedera ini sebagai konsekuensi karena penampilan Cambiasso di kualifikasi Piala Dunia 2010.

"Pekan lalu bukan pekan yang mudah karena banyak pemain bermain dalam laga internasional, terutama pemain Brasil dan Argentina. Saya pikir cedera otot Cambiasso hari ini adalah akibat dari pertandingan-pertandingan kelas tinggi. Saya bertanya apakah mereka merasa perlu beristirahat dan perlu beristirahat," kata pelatih asal Portugal tersebut. "Saya harap cedera ini tidak parah, dia cukup pintar meminta diganti saat dia merasa sakit. Kami mengalami masalah di lini tengah karena cedera ini."

Mengenai pertandingan itu sendiri, Mourinho hanya bisa berlega hati karena timnya bisa menang dan kini memimpin klasemen grup mengungguli Anothosis. Ia mengakui tim asuhan Temuri Ketsbaia itu bermain baik.

"Saya setuju ini bukan pertandingan fantastis, tapi situasi dan hasilnya membuat kami merasa nyaman di grup dan boleh puas," kata sang allenatore. "Saya akui kerja Temuri Ketsbaia berhasil tapi mereka datang ke sini untuk bertahan dan menunggu hingga sepuluh menit terakhir untuk menyerang balik. Ini bukan sebuah kritik, ini sebuah cara bermain."

Mourinho menolak berkomentar soal kans mereka menjuarai Liga Champions. Menurutnya, tim yang baik baru bisa terlihat pada babak 16 besar, bukan saat bermain di fase grup. (CH4)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau