NEW YORK, RABU — Harga minyak mentah melorot di level terendah dalam 16 bulan ini, dengan berada di bawah 67 dollar AS per barrel.
Di The New York Mercantile Exchange, Rabu (22/10) waktu setempat, minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Desember anjlok 5,43 dollar AS ke posisi 66,75 dollar AS per barrel. Posisi itu merupakan harga penutupan terendah sejak 13 Juni 2007 saat emas itu berada pada 66,26 dollar AS.
Sementara itu, di ICE Futures Exchange, London, minyak mentah jenis Brent turun 5,20 dollar AS pada 64,52 dollar AS per barrel.
Merosotnya harga emas hitam itu setelah adanya laporan kenaikan cadangan bensin yang mengindikasikan bertambahnya bukti bahwa penurunan perekonomian mengurangi permintaan terhadap energi.
Energy Information Administration menyatakan, cadangan minyak mentah pekan lalu melonjak 3,2 juta barrel, di atas perkiraan analis dari perusahaan energi, Platts yakni sebesar 2,9 juta barrel. Sementara itu, cadangan bensin naik 2,7 juta barrel.
EIA juga menyebutkan, permintaan bensin untuk kendaraan turun 4,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Kemudian minyak pemanas turun 5,8 persen dan permintaan bahan bakar untuk pesawat melorot hingga 9,2 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang