Hendardi Penuhi Undangan Pansus Orang Hilang

Kompas.com - 23/10/2008, 11:09 WIB

JAKARTA, KAMIS - Ketua Badan Pengurus SETARA Institute yang juga Ketua Majelis Pusat Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Hendardi memenuhi undangan Pansus Penghilangan Orang secara Paksa, Kamis (23/10).

Sekitar pukul 10.30, ia tiba bersama sejumlah anggotanya di Gedung Nusantara, menuju ruang dengar pendapat ruang KK IV. Hendardi tak memberikan komentar tentang tak hadirnya sejumlah organisasi yang selama ini mendampingi korban orang hilang.

Ia hanya mengatakan, bahwa perjuangan HAM juga merupakan perjuangan politik. Namun, organisasi-organisasi yang peduli dengan kasus pelanggaran HAM tidak dalam kapasitas memberikan dukungan secara politik."Ini pengujian terhadap DPR sendiri. Tugas kita, organisasi-organisasi bukan dukung mendukung secara politik, tapi bahwa setiap perjuangan HAM adalah perjuangan politik. Setiap momentum politik harus dimanfaatkan agar mendorong proses ini berjalan tuntas," kata Hendardi.

Selain SETARA Institute, pihak lain yang diundang adalah korban, keluarga korban, Imparsial, Kontras dan Ikatan Orang Hilang (IKOHI). Seperti diberitakan sebelumnya, Koordinator Kontras Usman Hamid menyatakan bahwa para korban meminta didengar kesaksiannya di kantor Kontras, tidak di DPR.

Menanggapi keinginan ini, anggota pansus Trimedya Pandjaitan merasa tak keberatan. Hanya saja, untuk memutuskan melakukannya di luar DPR harus diputuskan melalui mekanisme internal di pansus."Bagus juga itu, sekali-sekali DPR yang mengunjungi korban. Kalau memang mereka maunya begitu. Tapi harus diputuskan melalui mekanisme internal pansus," ujar Trimedya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau